HOTNEWS.ID - Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (17/6/2026) menunjukkan adanya pemisahan arah minat investor asing terhadap berbagai sektor saham. Terdapat perbedaan signifikan dalam perilaku jual dan beli yang dilakukan oleh investor internasional pada hari tersebut.
Beberapa saham yang bergerak di sektor sumber daya alam dan konglomerasi besar terpantau menjadi sasaran aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing. Saham-saham yang dimaksud termasuk PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS).
Selain itu, saham dari sektor petrokimia besar, yaitu PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), juga mengalami tekanan jual dari investor asing pada penutupan perdagangan hari itu. Hal ini menandakan adanya pergeseran preferensi sementara dari aset-aset komoditas.
Berbanding terbalik dengan sektor tersebut, saham-saham yang terafiliasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) justru menjadi magnet bagi investor asing. Emiten perbankan milik negara menunjukkan kinerja yang menarik minat pembelian signifikan dari dana asing.
Saham unggulan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) tercatat sebagai salah satu emiten yang paling banyak diburu oleh investor asing sepanjang hari perdagangan tersebut. Aktivitas beli ini mengindikasikan kepercayaan terhadap prospek sektor perbankan domestik.
Tidak hanya BBRI, saham dari sektor pertambangan milik negara juga ikut menikmati arus masuk dana asing pada hari yang sama. Emiten seperti PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Timah Tbk. (TINS) dilaporkan menjadi pilihan pembelian investor internasional.
Lebih lanjut, saham dari sektor perbankan swasta dengan kapitalisasi pasar terbesar juga menjadi buruan utama investor asing. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turut mencatatkan pembelian bersih yang kuat dari investor luar negeri.
Dilansir dari Bisnis.com, pergerakan ini menunjukkan bahwa investor asing cenderung memprioritaskan stabilitas dan kinerja sektor keuangan yang kuat dibandingkan dengan volatilitas yang mungkin melekat pada saham-saham energi dan komoditas pada saat itu.
"Sejumlah saham konglomerasi seperti PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), hingga PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) menjadi sasaran jual investor asing," demikian keterangan yang diperoleh mengenai pergerakan saham pada Rabu (17/6/2026).