HOTNEWS.ID - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menjadi sorotan terkait penugasan Badan Layanan Umum (BLU) Lemigas untuk mengeksekusi impor minyak mentah dari Rusia.
Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) menyuarakan keprihatinan dan mendesak adanya transparansi dari Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengenai skema impor tersebut.
Ketua Komite Investasi Aspermigas, Moshe Rizal, menekankan bahwa Lemigas sebelumnya memiliki fokus utama sebagai badan riset dan pengembangan.
Perubahan peran Lemigas yang kini ditugaskan untuk melakukan impor minyak mentah dan komoditas migas lainnya dinilai perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Hal ini penting demi memastikan aspek tata kelola dalam proses impor dapat diawasi secara efektif oleh masyarakat.
"Tupoksi dari Lemigas itu kan sebenarnya badan riset dan pengembangan. Akan tetapi, kok tiba-tiba impor, tiba-tiba berniaga?" ujar Moshe Rizal ketika dihubungi pada Rabu (22/7/2026).
Ia menambahkan, selama proses tersebut tidak merugikan kas negara dan tidak ada indikasi permainan di belakang layar, maka tidak menjadi masalah.
"Ya, selama tidak ada yang dirugikan dari sisi kas negara, dari sisi pengeluaran APBN kita, enggak ada masalah. Selama tidak ada kerugian, tidak ada main-main di belakang," lanjutnya.
Moshe Rizal juga menyampaikan bahwa jika keputusan impor tersebut dinilai lebih baik bagi negara, maka itu merupakan kewenangan pemerintah untuk memutuskan.