HOTNEWS.ID - Di jantung Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, sebuah inisiatif edukatif yang tak biasa digelar. SMPN 2 Tanah Putih menjadi saksi bisu sebuah terobosan dalam mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan kepada generasi muda.

Kegiatan "EMP Mengajar 2026" ini menghadirkan pendekatan unik, di mana tiket masuk bukanlah selembar kertas atau kartu plastik, melainkan partisipasi aktif para siswa dalam membawa sampah.

Setiap siswa diwajibkan membawa dua kantong berisi sampah dari rumah mereka: satu untuk sampah organik dan satu lagi untuk sampah anorganik. Inilah "tiket" mereka untuk dapat mengikuti serangkaian pembelajaran mendalam.

Tema yang diusung, "Sampahku, Tanggung Jawabku: Edukasi Pemilahan dan Daur Ulang Sampah Anorganik Menjadi Ecobrick", mencerminkan semangat kolaborasi antara PT EMP Energi Gandewa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, serta SMPN 2 Tanah Putih dan Karang Taruna setempat.

Sebanyak 40 siswa bersemangat mengikuti sesi pembelajaran interaktif yang dirancang untuk menanamkan kesadaran akan pengelolaan sampah sejak dini. Acara yang berlangsung pada Selasa, 21 Juli 2026, ini juga dihadiri oleh jajaran Pimpinan Kecamatan (Upika) Tanah Putih dan Pemerintah Kepenghuluan Rantau Bais, menunjukkan dukungan lintas sektor.

Sampah yang dibawa oleh para peserta tidak hanya menjadi simbol partisipasi, tetapi juga menjadi media pembelajaran utama. Melalui berbagai aktivitas langsung, para siswa diajak untuk mengenal jenis-jenis sampah dan mempraktikkan cara pemilahan yang benar.

"Kegiatannya seru. Kami baru tahu kalau sampah plastik bisa dijadikan rak buku. Nanti kami ingin mencoba membuatnya lagi di sekolah, bahkan di rumah bersama adik," ujar salah satu peserta, Suci Aufa, mengungkapkan antusiasmenya.

Lebih jauh, kegiatan ini mendorong siswa untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendaur ulang barang bekas, dan mengubah sampah plastik menjadi ecobrick yang nantinya akan difungsikan sebagai rak buku di sekolah mereka.

"Bagi EMP Energi Gandewa, menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya K3LL perusahaan. Melalui EMP Mengajar, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap tindakan kecil, seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga menanam pohon, akan memberi manfaat bagi masa depan. Kami berharap para siswa menjadi pelopor perubahan di sekolah, keluarga, dan masyarakat," ujar Haryo S. Nugroho, Area Manager PT EMP Energi Gandewa.