HOTNEWS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta baru-baru ini diketahui memasang sejumlah baliho di berbagai titik strategis sebagai bentuk ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ke-65. Tindakan ini segera menimbulkan respons dari internal politik lokal, khususnya dari Partai Gerindra di Kota Solo.
Salah satu baliho ucapan selamat ulang tahun tersebut terpantau jelas oleh awak media terpasang di kawasan Jalan dr Wahidin, Purwosari, Kecamatan Laweyan. Pemasangan baliho ini menjadi sorotan publik mengingat status Jokowi sebagai figur nasional.
Baliho yang dipasang Pemkot Solo tersebut menampilkan citra visual Presiden Jokowi yang sedang tersenyum hangat. Jokowi dalam foto tersebut mengenakan kemeja berwarna putih polos yang menjadi ciri khas penampilannya.
Menanggapi hal ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Solo secara terbuka menyampaikan rasa kecewa mereka terhadap langkah yang diambil oleh pihak pemerintah kota tersebut. Kekecewaan ini muncul meskipun ucapan tersebut bersifat perayaan hari kelahiran.
"Partai Gerindra Solo mengaku kecewa," merupakan inti dari pernyataan resmi yang disampaikan oleh perwakilan partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya pertimbangan politik atau etika tertentu di balik reaksi mereka.
Meskipun belum dirinci secara mendalam mengenai seluruh alasan kekecewaan tersebut, pemasangan alat peraga politik atau ucapan selamat oleh instansi pemerintah seringkali menjadi titik sensitif dalam dinamika politik lokal. Pihak Gerindra Solo kemungkinan memiliki pandangan berbeda mengenai etika penggunaan fasilitas publik untuk ucapan personal pejabat tinggi.
Fokus pemasangan baliho tersebut, seperti yang teridentifikasi di Jalan dr Wahidin, menunjukkan bahwa Pemkot memilih lokasi yang mudah diakses dan dilihat oleh masyarakat luas di area Laweyan. Ini merupakan bagian dari upaya sosialisasi atau penghormatan publik yang dilakukan oleh Pemkot Solo.
Dilansir dari detikJateng, keberadaan baliho ucapan selamat ulang tahun Presiden Jokowi di lokasi tersebut menjadi titik awal munculnya ketidakpuasan dari DPC Gerindra Solo. Perlu ditelusuri lebih lanjut mengenai konteks politik spesifik yang melatarbelakangi pernyataan kekecewaan tersebut.
Pemasangan baliho tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan atau bentuk penghormatan yang dilakukan oleh institusi pemerintah daerah kepada kepala negara, bertepatan dengan momentum ulang tahun ke-65 Presiden Jokowi. Hal ini terjadi pada waktu yang berdekatan dengan tanggal kelahiran orang nomor satu di Indonesia tersebut.