HOTNEWS.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, yang berlokasi di Provinsi Banten, telah mengambil langkah proaktif terkait perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK). Langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi potensi bahaya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.
Tujuan utama dari peningkatan kewaspadaan ini adalah untuk memastikan keselamatan dan keamanan seluruh warga yang bermukim di daerah pesisir Pandeglang. BPBD berfokus pada pencegahan dini terhadap segala kemungkinan dampak negatif dari erupsi yang terjadi.
Pihak BPBD telah secara resmi menyebarkan informasi peringatan dini mengenai potensi erupsi Gunung Anak Krakatau kepada berbagai tingkatan pemerintahan dan masyarakat. Hal ini mencakup aparatur di tingkat kecamatan hingga kepala desa setempat.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD Pandeglang, Acep Firmansyah, saat berada di wilayah Pandeglang. Dilansir dari Antara, pernyataan ini disampaikan pada Sabtu, 4 Juli 2026.
"Kita sudah menyampaikan peringatan waspada erupsi Gunung Anak Krakatau kepada masyarakat, aparatur kecamatan hingga desa," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD Pandeglang Acep Firmansyah.
Berdasarkan hasil pemantauan terkini yang dilakukan oleh otoritas terkait, kondisi di sepanjang garis pantai Kabupaten Pandeglang saat ini dilaporkan masih dalam kategori relatif aman. Situasi ini menjadi dasar bagi imbauan selanjutnya kepada publik.
Meskipun demikian, Acep Firmansyah secara tegas meminta seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak panik dalam menyikapi setiap perkembangan aktivitas vulkanik tersebut. Ketidaktenangan dapat memicu isu yang tidak perlu di tengah situasi yang terkendali.
Lebih lanjut, masyarakat diminta agar tidak terpengaruh oleh berita yang tidak berdasar mengenai peningkatan aktivitas erupsi GAK, serta hanya berpegang pada informasi resmi dari pihak berwenang. Ini penting untuk menjaga stabilitas situasi di pesisir.
Dikutip dari Antara, pernyataan Acep Firmansyah disampaikan pada hari Sabtu, 4 Juli 2026, menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam memonitor dan merespons dinamika Gunung Anak Krakatau.