HOTNEWS.ID - Tim Nasional Kongo sukses menyita perhatian dunia saat mereka tiba di Houston, Amerika Serikat, dalam rangka persiapan menyambut gelaran Piala Dunia 2026. Kedatangan mereka ditandai dengan penampilan yang memadukan unsur elegan formalitas dengan sentuhan identitas budaya yang khas.

Momen ini memiliki nilai historis yang tinggi, mengingat ini menandai kembalinya Kongo tampil di panggung kompetisi sepak bola terbesar dunia setelah absen selama kurang lebih lima dekade. Kehadiran mereka di Amerika Serikat merupakan penanda kebangkitan sepak bola Kongo di kancah internasional.

Keunikan penampilan mereka terletak pada setelan jas formal yang dikenakan oleh para punggawa tim. Setelan tersebut diperkaya dengan rompi setengah jadi yang menampilkan motif macan tutul (leopard) yang mencolok dan berani.

Tidak hanya pakaian utama, penampilan tersebut juga dilengkapi dengan aksesori penunjang seperti tas jinjing yang memiliki corak senada dengan rompi. Kombinasi gaya yang berani ini berhasil menarik perhatian luas dari publik maupun awak media.

Fenomena gaya berpakaian ini segera menjadi perbincangan hangat dan viral di berbagai platform media sosial sebelum pertandingan pertama mereka dilaksanakan. Hal ini menunjukkan kekuatan citra yang berhasil diciptakan oleh delegasi Kongo di Amerika Serikat.

Sosok kreatif di balik rancangan busana yang memicu sensasi global tersebut adalah Alvin Mak. Ia merupakan seorang desainer muda yang saat ini baru berusia 30 tahun dan berasal langsung dari Kongo.

Alvin Mak berhasil menerjemahkan identitas kuat negaranya ke dalam sebuah karya busana yang dikenakan oleh tim nasional. Desain tersebut menjadi representasi visual dari semangat 'Raja Hutan' yang dibawa oleh tim Kongo.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, penampilan ikonik tersebut terwujud dalam setelan jas formal yang diberi sentuhan unik berupa rompi setengah jadi bermotif macan tutul (leopard), lengkap dengan tas jinjing senada.

Lebih lanjut, media tersebut mencatat bahwa gaya mencolok ini sukses menarik perhatian publik dan media bahkan sebelum pertandingan pertama mereka dimulai. Hal ini menggarisbawahi dampak signifikan dari persiapan non-teknis tim tersebut.