HOTNEWS.ID - Pembawa acara televisi ternama Argentina, Florencia Pena, kini tengah menghadapi gelombang kecaman publik yang masif menyusul tindakannya menyebarkan disinformasi fatal. Insiden ini berpusat pada berita palsu mengenai wafatnya ayah dari ikon sepak bola dunia, Lionel Messi.

Peristiwa yang menggemparkan jagat hiburan dan media ini terjadi pada hari Kamis (18/6/2026). Pena menyampaikan berita duka tersebut saat memandu siaran langsung programnya yang populer, El Show del Verano, di stasiun televisi Luzu TV.

Kabar yang disampaikan Pena ini seketika menyebar dengan cepat di berbagai platform digital dan media massa, memicu kehebohan besar di kalangan masyarakat Argentina, mengingat sensitivitas topik yang menyangkut keluarga Messi.

Pena mengumumkan kabar duka tersebut dengan nada serius, yang segera menimbulkan keraguan mengenai kebenarannya di mata pemirsa dan kolega profesionalnya. Hal ini menciptakan gejolak signifikan dalam ranah etika penyiaran di negara tersebut.

Secara spesifik, Pena menyatakan kepada pemirsa bahwa berita tersebut benar adanya. "Saya tidak ingin menyampaikan kabar buruk, tetapi ayah Messi baru saja meninggal dunia. Tepat di tengah-tengah Piala Dunia, dia (Messi) terpaksa harus pulang," ujar Florencia Pena, sebagaimana dikutip dari The Sun.

Pengumuman prematur ini bukan hanya menimbulkan kekecewaan, tetapi juga reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk lingkaran kepresidenan Argentina yang menganggap ini sebagai pelanggaran serius terhadap standar jurnalistik.

Momen penyebaran hoaks ini sangat krusial, yakni ketika dunia sedang menyoroti keikutsertaan Lionel Messi dalam ajang Piala Dunia, sehingga dampak emosional dari berita palsu tersebut menjadi berlipat ganda.

Stasiun televisi Luzu TV, tempat Pena bekerja, kini diharapkan memberikan klarifikasi resmi dan mengambil langkah tegas terkait pelanggaran etika yang dilakukan oleh salah satu pembawa acaranya tersebut.

Dilansir dari The Sun, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi ini menyoroti perlunya peningkatan integritas dan verifikasi fakta yang lebih ketat dalam siaran langsung program televisi.