HOTNEWS.ID - Paraguay berhasil mengukir sejarah dramatis dengan menyingkirkan Jerman dalam babak adu penalti untuk merebut satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Momen penentuan ini terjadi setelah pertandingan berjalan sangat alot dan penuh ketegangan emosional bagi kedua tim.
Kisah ini dimulai di Jakarta, dimana Paraguay seolah mendapatkan kesempatan ketiga untuk lolos setelah sebelumnya dua kali gagal memaksimalkan peluang emas mereka. Peribahasa mengatakan kesempatan tidak datang dua kali, namun bagi skuad Paraguay, kesempatan ketiga ini menjadi penentu takdir mereka di turnamen akbar tersebut.
Salah satu momen krusial terjadi ketika tendangan penalti yang dieksekusi oleh Nick Woltemade berhasil ditepis oleh kiper Paraguay, Orlando Gill. Pada saat itu, Paraguay sedang unggul dengan skor 3-2 dalam fase adu penalti.
Namun, alih-alih memastikan kemenangan di tendangan keempat, Antonio Sanabria yang maju sebagai eksekutor justru gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan Sanabria melenceng jauh ke sisi kanan gawang yang dijaga oleh Manuel Neuer.
"Kesempatan tak datang dua kali, begitu katanya," mengacu pada kegagalan Paraguay yang sudah menyia-nyiakan dua peluang untuk menentukan kemenangan di babak adu penalti tersebut.
Meskipun Sanabria gagal, harapan Paraguay belum sepenuhnya sirna karena mereka masih memiliki kesempatan penalti kelima. Kesempatan itu datang setelah Nadiem Amiri berhasil menyamakan skor menjadi 3-3, memaksa laga berlanjut ke babak penalti tambahan.
Ketika Fabian Balbuena maju sebagai penendang kelima Paraguay, tendangannya ternyata mampu dibendung dengan gemilang oleh Manuel Neuer. Kegagalan ini membuat momentum berbalik ke arah Jerman, sementara Paraguay merasa terpukul karena dua kesempatan emas mereka terbuang sia-sia.
Kondisi semakin menegangkan karena skor imbang 3-3 memaksa adu penalti berlanjut ke babak tambahan. Namun, keberuntungan akhirnya berpihak pada Paraguay setelah tendangan Jonathan Tah melambung tinggi di atas mistar gawang.
Kesempatan ketiga yang dinanti itu akhirnya tiba bagi Paraguay untuk mengunci kemenangan. Bek tengah Paraguay, Jose Canale, mengambil peran sebagai eksekutor keenam.