HOTNEWS.ID - Perkembangan terbaru dalam hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran mencuat setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan rencana pertemuan penting. Pertemuan yang diklaim akan segera terlaksana ini menjadi sorotan utama dalam dinamika politik Timur Tengah saat ini.
Secara spesifik, pertemuan yang diperkirakan akan membahas berbagai isu krusial antara kedua negara tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa. Informasi ini disampaikan langsung oleh Trump melalui media sosial pribadinya.
Namun, di sisi lain, Republik Islam Iran melalui juru bicaranya telah membantah adanya rencana negosiasi langsung dengan Washington. Bantahan ini terkait dengan upaya mencari solusi untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Pengumuman mengejutkan ini disampaikan pada hari Senin oleh Trump, yang kemudian ia tuliskan di platform Truth Social miliknya. Trump menyatakan bahwa permintaan pertemuan tersebut datang dari pihak Iran sendiri.
"Iran telah meminta pertemuan. Itu akan berlangsung besok (Selasa, 30/6) di Doha," tulis Trump pada hari Senin di platform Truth Social miliknya, tanpa merinci siapa saja pesertanya, sebagaimana dikutip dari AFP.
Informasi mengenai potensi pertemuan ini muncul setelah Iran dan Oman baru saja menyelesaikan pembicaraan mengenai isu sensitif pengelolaan Selat Hormuz. Pembicaraan tersebut merupakan yang pertama sejak kesepakatan nuklir AS-Iran sebelumnya ditandatangani.
Konteks pertemuan ini juga terjadi di tengah situasi di mana Washington dan Tehran sebelumnya telah sepakat untuk menghentikan serangkaian serangan yang sempat membuat kesepakatan bersama mereka menjadi tegang. Kedua belah pihak menunjukkan indikasi meredanya ketegangan.
Lokasi pertemuan yang ditunjuk oleh Trump adalah Doha, ibu kota Qatar, yang seringkali berperan sebagai mediator netral dalam isu-isu regional yang kompleks. Meskipun demikian, detail mengenai delegasi yang akan hadir masih belum diungkapkan secara rinci.
Dilansir AFP Selasa (30/6/2026), perkembangan ini menandai adanya potensi perubahan signifikan dalam jalur komunikasi antara dua kekuatan yang selama ini memiliki hubungan yang sangat rumit dan penuh ketidakpastian.