HOTNEWS.ID - Raksasa perangkat lunak manajemen hubungan pelanggan (CRM) global, Salesforce, kembali mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menargetkan puluhan karyawannya. Langkah restrukturisasi ini menandai gelombang pengurangan tenaga kerja yang kedua dilakukan oleh perusahaan tersebut sepanjang tahun ini.

Keputusan efisiensi ini diambil dalam rangka penyesuaian ukuran bisnis atau right-sizing perusahaan, sejalan dengan pergeseran fokus industri menuju era kecerdasan buatan (AI).

Kebijakan pengurangan staf ini terungkap melalui dokumen resmi pelaporan kepada kantor Penyesuaian Pekerja dan Pemberitahuan Pelatihan Ulang (WARN) California, sebagaimana diberitakan oleh The Register pada Rabu (10/6/2026).

Dokumen pemberitahuan yang diajukan pada hari Senin tersebut mengindikasikan bahwa sebanyak 86 karyawan akan diberhentikan dari kantor pusat mereka di Mission Street, San Francisco, efektif pada tanggal 7 Agustus mendatang.

Dilansir dari Business Insider, pengurangan karyawan pada pekan ini diketahui berdampak paling signifikan pada beberapa divisi kunci, termasuk tim Salesforce Agentforce, MuleSoft IT, serta unit perangkat lunak Marketing Cloud.

Menariknya, di tengah langkah pengetatan biaya personel ini, Salesforce justru menunjukkan agresivitas tinggi di pasar konsolidasi. Pada hari yang sama dengan pengajuan pemberitahuan WARN, perusahaan mengumumkan kesepakatan definitif untuk mengakuisisi m3ter, sebuah perusahaan perangkat lunak manajemen pendapatan, meskipun nilai transaksinya dirahasiakan.

Akuisisi m3ter ini merupakan yang ke-13 yang diumumkan oleh Salesforce dalam kurun waktu 13 bulan terakhir, meliputi juga pencaplokan Contentful yang terjadi pekan sebelumnya.

Langkah efisiensi ini juga berjalan paralel dengan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) senilai miliaran dolar, yang dilakukan di bawah otorisasi reposisi senilai US$50 miliar.

Keputusan untuk melakukan PHK dan efisiensi ini diambil setelah saham Salesforce tercatat mengalami penurunan nilai lebih dari 30 persen dalam kurun waktu satu tahun terakhir.