HOTNEWS.ID - Gelombang panas yang signifikan kini tengah melanda sebagian besar wilayah benua Eropa, membawa dampak suhu tinggi yang ekstrem bagi penduduk setempat. Kondisi cuaca ini menjadi perhatian serius bagi otoritas kesehatan publik dan lingkungan di kawasan tersebut.
Secara spesifik, diperkirakan sebanyak 191 juta warga Eropa akan merasakan suhu udara mencapai batas minimal 35 derajat Celsius pada hari Minggu mendatang. Angka ini menunjukkan skala dampak gelombang panas yang sedang terjadi di benua biru itu.
Menurut analisis yang diperoleh, wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami intensitas panas paling tinggi tersebar di beberapa negara utama Eropa Tengah. Lokasi-lokasi tersebut meliputi Jerman, Republik Ceko, Hongaria, dan Polandia.
Bahkan, cakupan suhu di atas ambang batas yang lebih rendah juga sangat luas dan menyentuh jutaan jiwa di seluruh benua. Total populasi yang terdampak suhu di atas 30 derajat Celsius jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa sekitar 381 juta orang di Eropa, tidak termasuk populasi Turki, diproyeksikan akan mengalami suhu yang melampaui ambang batas 30 derajat Celsius. Hal ini menyoroti luasnya area yang terpapar panas tinggi.
Perkiraan mengenai dampak suhu ekstrem ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap data meteorologi terkini. Data tersebut dikumpulkan dari proyeksi Layanan Meteorologi Jerman dan proyeksi populasi tahun 2025.
Proyeksi populasi yang digunakan dalam perhitungan ini merupakan hasil pengumpulan data dari Pusat Penelitian Gabungan. Seluruh data tersebut telah dikompilasi dan diolah oleh organisasi nirlaba Austria, Klimadashboard.
Dilansir AFP, Minggu (28/6/2026), otoritas setempat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi risiko kesehatan akibat paparan suhu panas yang berkepanjangan tersebut.
"Sebanyak 191 juta orang diperkirakan akan mengalami suhu setidaknya 35 derajat celcius pada hari Minggu di negara Eropa," demikian data yang diperoleh dari analisis tersebut.