HOTNEWS.ID - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mengalami tren penguatan yang cukup berarti pada periode kedua Juni 2026. Periode penetapan harga ini berlaku mulai tanggal 16 hingga 30 Juni 2026.

Kenaikan paling signifikan terlihat pada kelompok tanaman produktif yang berusia antara 10 hingga 20 tahun. Harga TBS untuk kategori ini melonjak menjadi Rp3.704,99 per kilogram (kg) dari periode sebelumnya.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan substansial sebesar Rp115,69 per kg, yang setara dengan persentase kenaikan sekitar 3,2% dibandingkan dengan periode I Juni 2026. Hal ini memberikan dampak positif bagi para petani sawit di wilayah Sumsel.

Sementara itu, harga tertinggi pada periode II Juni tercatat khusus untuk tanaman kelapa sawit yang telah mencapai usia 22 tahun. Harga untuk kelompok usia ini ditetapkan pada Rp3.699,67 per kg.

Kenaikan harga untuk kelompok usia 22 tahun ini tercatat sebesar Rp107,60 per kg jika dibandingkan dengan periode I Juni, di mana harganya masih berada di angka Rp3.592,07 per kg.

Tidak hanya kelompok usia matang, harga TBS pada tanaman yang berusia 21 tahun juga mengalami peningkatan, yakni bergerak dari Rp3.580,70 per kg menjadi Rp3.693,36 per kg pada periode kali ini.

Kelompok tanaman termuda, yaitu usia tiga tahun, yang biasanya memiliki harga terendah, juga ikut menikmati kenaikan harga. Yakni meningkat dari Rp3.008,70 per kg menjadi Rp3.120,60 per kg.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Sumsel, Mukpakanisin, menjelaskan bahwa penguatan harga TBS ini sangat selaras dengan kenaikan harga rata-rata Crude Palm Oil (CPO). Harga CPO memang menjadi komponen utama dalam perhitungan penetapan harga TBS.

"Pada periode II Juni, harga CPO ditetapkan sebesar Rp14.946,47 per kg, lebih tinggi dibandingkan periode I Juni yang sebesar Rp14.072,79 per kg,” ujar Mukpakanisin dikutip dalam surat hasil penetapan, Kamis (18/6/2026).