HOTNEWS.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita sejumlah barang bukti dengan nilai total mencapai kurang lebih Rp1,9 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di sektor pendidikan Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan. Kasus ini melibatkan langsung Bupati Muara Enim periode jabatan 2025-2030, Edison, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Perkara ini bermula dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilaksanakan pada hari Senin, 8 Juni 2026. Dalam OTT tersebut, total sepuluh orang berhasil diamankan oleh tim lembaga antirasuah, dengan pembagian lima orang ditangkap di wilayah Jakarta dan lima lainnya di Sumatra Selatan.

Plt. Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengonfirmasi penyitaan barang bukti tersebut dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Selasa, 9 Juni 2026. Barang bukti yang diamankan sangat beragam, mencakup uang tunai dalam mata uang Rupiah maupun mata uang asing, serta sejumlah saldo yang tersimpan dalam rekening.

Secara rinci, total nilai barang bukti Rp1,9 miliar tersebut terdiri dari berbagai sumber yang berhasil disita oleh penyidik. Salah satu yang signifikan adalah uang tunai sebesar Rp323 juta yang diamankan dari tas ransel milik Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani.

Selain uang tunai Rupiah, penyidik juga menemukan mata uang asing berupa US$3.200 dan SAR 2.260, serta uang tunai Rp40 juta yang ditemukan di dalam brankas rumah. Sisanya, yakni saldo dalam beberapa rekening yang berbeda, berjumlah sekitar Rp1,47 miliar, melengkapi total penyitaan.

Diduga kuat, inti dari transaksi haram ini terjadi ketika Abi Nurwardani bertemu dengan Cory Erin Hardin, yang merupakan marketing dari PT Millenium Solusi Abadi, di sebuah hotel di Jakarta. Pertemuan tersebut fokus membahas proses pengadaan barang dan jasa yang sedang berjalan di lingkungan dinas terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Abi Nurwardani diduga menerima uang tunai dalam jumlah besar, yaitu sebesar Rp500 juta, yang berasal dari Cory Erin Hardin. PT Millenium Solusi Abadi sendiri diketahui merupakan supplier smart board yang bekerja sama dengan PT My Technology dalam proyek pengadaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Muara Enim Tahun Anggaran 2025.

Achmad Taufik Husein menjelaskan bahwa penerimaan uang tersebut tidak hanya terkait dengan pengadaan yang sudah berjalan. "Terdapat tujuan agar pihak swasta dapat menjaga ‘hubungan baik ke depan’ dengan pemerintah daerah," ucap Achmad Taufik Husein.

Tujuan utama dari pemberian uang suap ini adalah memastikan bahwa perusahaan swasta tersebut dapat dimenangkan kembali dalam proyek-proyek daerah di masa mendatang. "Sehingga mereka dapat dimenangkan kembali dalam proyek-proyek daerah berikutnya," ucap Achmad Taufik Husein.