HOTNEWS.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang. Langkah ini mencakup peninjauan ulang terhadap alokasi anggaran serta kriteria bagi pihak-pihak yang berhak menerima manfaat program tersebut.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyampaikan bahwa terdapat proses evaluasi menyeluruh yang sedang berjalan. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa program bantuan pangan tersebut benar-benar mencapai sasaran yang paling membutuhkan di tengah keterbatasan sumber daya.

Fokus utama dalam kajian ulang ini adalah mengenai siapa saja yang akan menjadi penerima manfaat MBG di masa mendatang. Hal ini mengindikasikan adanya kemungkinan perubahan signifikan dalam daftar penerima manfaat dari program prioritas nasional tersebut.

Salah satu isu yang mengemuka dalam pembahasan ini adalah nasib siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam cakupan program MBG. Ada indikasi kuat bahwa siswa di jenjang pendidikan menengah atas tersebut mungkin tidak akan lagi menjadi penerima manfaat program tersebut pada tahun 2027.

Agustina Arumsari menjelaskan mengenai dasar acuan anggaran yang telah diterima oleh pihaknya untuk pelaksanaan program di tahun 2027. Hal ini merujuk pada arahan resmi dari dua kementerian penting di pemerintahan.

"Jadi tadi sebenarnya saya menyampaikan bahwa menurut, itu proses yang biasa ya. Menurut surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Bappenas untuk 2027, sebenarnya kami mendapat alokasi pagu itu Rp 270.201.499.678.000 (Rp 270 triliun) itu untuk penerima manfaat 81,5 juta. Itu 2027," kata Agustina Arumsari.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Agustina Arumsari saat melakukan kunjungan dan memberikan keterangan pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. Momen ini terjadi pada hari Senin, tanggal 15 Juni 2026, di mana isu anggaran menjadi topik diskusi utama.

Proses evaluasi ini merupakan prosedur standar dalam pengelolaan anggaran negara untuk memastikan efektivitas dan akuntabilitas dana publik. Dengan adanya kajian ulang ini, diharapkan program MBG dapat lebih fokus pada kelompok yang paling rentan secara gizi.

Dilansir dari berbagai sumber, penyesuaian cakupan penerima manfaat juga sering dilakukan dalam program-program bantuan sosial berskala besar untuk mengoptimalkan dampak di lapangan. Keputusan akhir mengenai sekolah mana yang akan dipertahankan dan mana yang akan dikeluarkan masih menunggu hasil kajian akhir BGN.