HOTNEWS.ID - Sebuah insiden kriminal mengguncang wilayah Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, setelah terungkapnya aksi kekerasan berujung pembunuhan yang dilakukan oleh seorang cucu terhadap neneknya sendiri. Pelaku yang teridentifikasi sebagai A alias D (24) diduga melakukan pembunuhan ganda terhadap dua korban berbeda dalam waktu yang berdekatan.

Peristiwa tragis ini melibatkan dua korban: pertama adalah nenek kandung pelaku berinisial K (81), dan korban kedua adalah kekasih gelap sang nenek berinisial AA (18). Motif di balik pembunuhan ini diduga terkait dengan upaya pelaku untuk menutupi kejahatannya setelah korban kedua memergoki situasi di lokasi kejadian.

Aksi pembunuhan pertama kali terjadi pada Kamis, 11 Juni, sekitar pukul 19.30 WIB, di kediaman korban di Desa Patikraja. Pelaku diduga menggunakan alat tumpul, yaitu palu, untuk menyerang neneknya hingga korban terjatuh tak berdaya.

Setelah korban K terjatuh, pelaku melanjutkan aksinya dengan mencekik neneknya menggunakan tali rafia hingga dipastikan meninggal dunia. Tindakan keji ini menunjukkan perencanaan yang matang dari pelaku dalam menghilangkan nyawa korban pertama.

Ironisnya, pembunuhan kedua terjadi tak lama setelah itu, melibatkan kekasih gelap sang nenek, AA (18). Korban AA diduga mendapati K yang sudah terbaring tak bernyawa di dalam kamar rumah tersebut.

Mengetahui aksinya telah diketahui oleh korban kedua, pelaku kemudian mengambil tindakan drastis untuk menghilangkan saksi mata. Setelah memastikan kedua korban tewas, pelaku berupaya menghilangkan jejak kejahatannya di tempat kejadian perkara.

Pelaku juga diketahui mengambil beberapa barang berharga milik korban setelah pembunuhan selesai dilakukan. "Pelaku kemudian mengambil uang serta telepon genggam milik korban," demikian informasi yang didapatkan dari sumber berita.

Informasi mengenai kronologi lengkap dan detail kejadian ini didapatkan dari perkembangan investigasi pihak kepolisian setempat. "Dilansir detikJateng, Senin (15/6/2026)," mengenai waktu penyebaran informasi awal mengenai kasus ini.

Perlu dicatat bahwa kronologi rinci mengenai bagaimana korban kedua memergoki situasi dan bagaimana pelaku menghilangkan nyawanya masih menjadi fokus pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.