HOTNEWS.ID - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, mengonfirmasi adanya sejumlah besar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menghentikan operasional mereka saat ini. Penghentian ini terjadi seiring dengan upaya pemerintah untuk melakukan penataan ulang menyeluruh terhadap program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini disampaikan Dudung usai mengadakan pertemuan audiensi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kantor KSP pada hari Rabu, 10 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas perkembangan terbaru mengenai implementasi program gizi nasional.
Menurut Dudung, skala penghentian operasional SPPG ini sudah cukup signifikan dan bukan sekadar isu kecil yang terjadi di beberapa titik saja. Proses penataan ulang ini bersifat strategis untuk jangka panjang.
"Banyak, bukan beberapa lagi SPPG [yang berhenti beroperasi]. Nanti akan ditata ulang ya. Ini kan Bu Nanik [Kepala BGN] lagi banyak konsentrasi bagaimana penataan organisasi juga dan sebagainya," kata Dudung Abdurachman.
Penataan ulang operasional dapur-dapur ini juga dilakukan menyusul adanya kasus-kasus korupsi yang sempat terjadi di lingkungan BGN beberapa waktu sebelumnya. Fokus utama kini adalah memastikan integritas dan efektivitas layanan.
Ke depan, BGN berencana untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap dapur-dapur yang sudah beroperasi, memastikan bahwa kualitas menjadi prioritas utama dibandingkan kuantitas penyediaan makanan.
"Jadi dampaknya nanti akan dilihat, terutama yang berkualitas, tidak mengejar kuantitas, ya. Tapi betul-betul dapur itu apakah efektif, apakah sesuai dengan aturan yang nantinya tidak menimbulkan misalnya keracunan dan sebagainya. Dan akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat," jelas Dudung.
Sebelumnya, Kepala BGN, Nanik, sempat memberikan klarifikasi mengenai isu berhentinya operasional SPPG karena dana yang belum cair. Nanik menegaskan bahwa dana operasional untuk dapur MBG sebenarnya sudah dicairkan beberapa waktu sebelumnya.
"Semua sudah dicairkan dari mulai Jumat [5/6/2026]. Yang 27.877 tadi itu loh, sudah masuk, sudah operasional," ujarnya, menanggapi kabar yang beredar.