HOTNEWS.ID - Puasa Asyura merupakan salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam kalender Hijriah, khususnya bagi umat Islam di seluruh dunia. Ibadah ini memiliki posisi istimewa karena pelaksanaannya jatuh pada tanggal 10 Muharram.
Muharram merupakan bulan pertama dalam penanggalan Islam, menjadikan puasa pada hari kesepuluh ini sebagai momen penting untuk meningkatkan ketakwaan. Momentum ini selalu dinantikan umat Muslim sebagai sarana meraih pahala tambahan.
Pelaksanaan puasa sunah ini didasarkan pada landasan hukum yang kuat dalam ajaran Islam. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya amalan ini dalam perspektif syariat.
Misteri Leher Ganda Dinosaurus Raksasa Terkuak dari Temuan Fosil Mengejutkan di Argentina
Keutamaan puasa ini bersumber dari tradisi Rasulullah SAW yang secara konsisten menjalankannya setiap tahun. Praktik Nabi Muhammad SAW menjadi teladan utama bagi umatnya.
Dilansir dari INFOTREN.ID, puasa ini dilaksanakan tepat pada hari kesepuluh dalam bulan pertama tahun baru Islam. Penentuan waktu ini menjadi patokan utama bagi mereka yang ingin melaksanakannya.
Amalan ini dianggap sebagai kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan mengikuti sunah Nabi, umat Islam berharap mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.
"Amalan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram, hari kesepuluh dalam bulan pertama tahun baru Islam," demikian dijelaskan mengenai waktu pelaksanaan puasa sunah ini.
Banyak ulama menekankan bahwa puasa Asyura ini memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan puasa sunah lainnya. Keistimewaan ini didasarkan pada sejarah penetapan syariatnya.
"Hal ini merujuk pada tradisi Rasulullah SAW yang senantiasa menjalankannya setiap tahun," kutipan tersebut menegaskan bahwa kepatuhan terhadap sunah Nabi adalah landasan utama ibadah ini.