HOTNEWS.ID - Palpitasi adalah sensasi yang dirasakan seseorang ketika mereka menyadari detak jantung mereka berdenyut terlalu kuat, bergetar, atau berdetak dengan kecepatan yang terasa tidak normal. Kondisi ini seringkali memicu kekhawatiran bagi banyak orang yang mengalaminya.
Meskipun menimbulkan rasa cemas, penting untuk diketahui bahwa mayoritas kasus palpitasi yang terjadi sebenarnya tidak mengindikasikan adanya masalah kesehatan serius yang mengancam jiwa. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan.
Kondisi jantung berdebar ini dapat muncul secara tiba-tiba dan tidak terduga, bahkan pada momen-momen santai seperti ketika seseorang baru saja terbangun dari tidur. Ini menunjukkan bahwa pemicunya bisa sangat beragam.
Untuk memahami kondisi ini lebih mendalam, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (SpJP(K)), dr. Deddy Hermawan Susanto, memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang berperan dalam memicu palpitasi.
"Jantung berdebar dapat dipicu oleh beberapa faktor situasional dan internal tubuh," ujar dr. Deddy Hermawan Susanto. Hal ini menekankan bahwa penyebabnya tidak selalu bersifat patologis.
Faktor-faktor pemicu tersebut mencakup berbagai macam hal, mulai dari stimulasi yang berasal dari lingkungan luar tubuh individu yang bersangkutan. Ini bisa berupa stres atau kafein.
Selain faktor eksternal, ketidakseimbangan yang terjadi di dalam sistem tubuh juga dapat menjadi penyebab utama munculnya sensasi jantung berdebar tersebut. Ketidakseimbangan ini seringkali berkaitan dengan fungsi hormonal.
"Faktor-faktor ini mencakup stimulasi dari luar maupun ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh," kata dr. Deddy Hermawan Susanto. Kesadaran akan pemicu ini membantu masyarakat menentukan langkah antisipasi yang tepat.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, memahami berbagai pemicu ini sangat krusial agar masyarakat mampu mengenali situasi di mana mereka harus mulai meningkatkan kewaspadaan dan mempertimbangkan pemeriksaan medis.