HOTNEWS.ID - Umat Islam sebentar lagi akan memasuki bulan Muharram, yang menandai dimulainya kalender Hijriah dan membawa keistimewaan tersendiri dalam kalender Islam. Bulan pertama ini memiliki beberapa amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh setiap Muslim.
Salah satu amalan yang sangat ditekankan pada bulan Muharram adalah pelaksanaan puasa sunah yang memiliki kedudukan spiritual tinggi. Puasa ini dikenal sebagai Puasa Tasua dan Puasa Asyura, yang memiliki keutamaan besar jika dilaksanakan sesuai tuntunan.
Puasa Tasua secara spesifik dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, hari sebelum hari Asyura. Pelaksanaan puasa ini merupakan sunah Nabi Muhammad SAW yang memiliki keutamaan tersendiri dalam rangkaian ibadah di bulan Muharram.
Sementara itu, Puasa Asyura jatuh sehari setelahnya, yaitu pada tanggal 10 Muharram. Kedua puasa yang berurutan ini sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan luar biasa bagi umat yang melaksanakannya.
Keutamaan utama dari melaksanakan kedua puasa sunah ini adalah janji penghapusan dosa. Amalan ini dianggap sebagai cara efektif untuk membersihkan kesalahan yang telah diperbuat pada tahun sebelumnya.
Dilansir dari INFOTREN.ID, dijelaskan bahwa momen ini sangat penting untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memohon ampunan atas segala kekurangan selama setahun penuh. Momen ini menjadi titik balik spiritual menyambut tahun baru Islam.
"Umat Islam di seluruh dunia sebentar lagi akan memasuki bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah yang memiliki keistimewaan tersendiri," demikian informasi yang disampaikan mengenai momentum awal tahun ini.
Informasi tersebut juga menekankan bahwa pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunah yang memiliki kedudukan penting, yaitu puasa Tasua dan puasa Asyura. Ini menunjukkan pentingnya ibadah sunah tersebut.
Lebih lanjut, mengenai jadwal pelaksanaannya, disebutkan bahwa Puasa Tasua dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram, sementara puasa Asyura dilaksanakan sehari setelahnya, yaitu pada tanggal 10 Muharram. Hal ini menegaskan urutan pelaksanaan yang dianjurkan.