HOTNEWS.ID - Perkembangan signifikan terjadi di kawasan Timur Tengah setelah militer Israel mengumumkan keberhasilan operasi udara mereka di Beirut, Lebanon. Aksi militer ini dilaporkan menyasar beberapa fasilitas yang diyakini merupakan benteng operasional kelompok Hizbullah di ibu kota Lebanon tersebut.
Operasi militer ini dikonfirmasi oleh pihak Israel sebagai respons terhadap aktivitas kelompok tersebut, dan menghasilkan salah satu target bernilai tinggi. Israel mengklaim bahwa serangan rudal yang dilancarkan telah berhasil menewaskan seorang tokoh senior yang memiliki peran penting dalam struktur komando Hizbullah.
Tokoh kunci yang menjadi sasaran utama dalam serangan tersebut diidentifikasi oleh pihak Israel sebagai Ali Mussa Daqduq. Kematian Daqduq menandai kemunduran bagi Hizbullah, mengingat peranannya yang dianggap krusial oleh pihak Israel dalam perencanaan operasional mereka.
Lebih lanjut, pihak Israel menuduh Daqduq memiliki keterlibatan serius dalam insiden keamanan di masa lalu yang melibatkan pasukan Amerika Serikat. Disebutkan bahwa ia terlibat dalam operasi penculikan dan pembunuhan lima personel tentara Amerika Serikat yang terjadi di wilayah Irak pada tahun 2007 silam.
Militer Israel memberikan keterangan khusus mengenai peran operasional Daqduq dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menegaskan bahwa Daqduq memegang kendali atas banyak perencanaan strategis melawan pasukannya di sepanjang garis perbatasan Lebanon.
"Selama beberapa tahun terakhir, Daqduq memimpin sebagian besar perencanaan operasional Hizbullah melawan tentara IDF di sepanjang perbatasan Lebanon," kata militer Israel Dikutip dari AFP, Senin (15/6/2026).
Serangan yang menargetkan Daqduq ini terjadi pada hari Senin, 15 Juni 2026, di lokasi yang dirahasiakan di Beirut. Informasi mengenai waktu dan sasaran spesifik serangan ini disampaikan oleh otoritas Israel kepada publik internasional.
Peristiwa ini menambah daftar panjang ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Israel dan Hizbullah di sepanjang perbatasan kedua negara. Dampak langsung dari serangan ini masih dalam tahap evaluasi oleh pihak-pihak terkait di Lebanon.
Klaim mengenai keberhasilan operasi ini menjadi bagian dari upaya Israel untuk mengurangi kapabilitas operasional Hizbullah yang mereka anggap sebagai ancaman keamanan utama. Tindakan militer ini selalu memicu respons dan perhatian luas dari komunitas internasional.