HOTNEWS.ID - Prosesi duka cita atas wafatnya mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mencapai puncaknya saat peti jenazah beliau untuk pertama kalinya diperlihatkan kepada khalayak luas. Momen ini menandai langkah awal penghormatan publik setelah kepergiannya pada akhir Februari lalu.
Peristiwa ini terjadi setelah wafatnya almarhum yang dikabarkan disebabkan oleh serangan udara yang diduga melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Penampakan jenazah ini menjadi pusat perhatian publik Iran dan dunia internasional.
Suasana duka menyelimuti lokasi acara ketika peti jenazah tersebut diarak. Tangisan para pelayat terdengar memecah kesunyian, menunjukkan kedalaman rasa kehilangan yang dirasakan oleh masyarakat Iran.
Berdasarkan catatan yang dihimpun oleh detikcom pada Sabtu (4/7/2026), suasana di lokasi tidak hanya diwarnai oleh isak tangis saja. Para pelayat juga secara serempak meneriakkan slogan-slogan keagamaan sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Visual dari prosesi tersebut tersebar luas melalui media Iran, sebagaimana yang diberitakan oleh AFP dan The National News pada Jumat (3/7). Foto-foto tersebut memberikan gambaran nyata mengenai skala acara tersebut.
Foto-foto tersebut secara spesifik menunjukkan proses pengusungan peti jenazah almarhum yang terbungkus rapi dengan bendera Republik Islam Iran. Hal ini menekankan status dan peran sentral beliau dalam negara.
Lokasi utama seremoni adalah Grand Mosalla, yang secara resmi juga dikenal sebagai Imam Khomeini Mosalla atau Masjid Agung Imam Khomeini. Tempat ibadah megah ini dipilih sebagai titik sentral pelaksanaan upacara penghormatan.
"Tak cuma tangisan, para pelayat meneriakkan slogan-slogan keagamaan," demikian catatan yang diperoleh detikcom pada Sabtu (4/7/2026), menggambarkan intensitas emosi yang terekam selama prosesi tersebut.
Selain itu, media Iran juga merilis sejumlah foto yang memperlihatkan momen krusial tersebut. "Sejumlah foto yang dirilis media Iran, seperti dilansir AFP dan The National News, Jumat (3/7), menunjukkan para pelayat membawa peti jenazah Khamenei, yang berbalut bendera Iran, saat memasuki Grand Mosalla, atau secara resmi disebut Imam Khomeini Mosalla atau Masjid Agung Imam Khomeini, yang akan menjadi lokasi seremoni," menurut keterangan yang diperoleh dari publikasi media tersebut.