HOTNEWS.ID - Perhelatan turnamen sepak bola antarnegara besar saat ini telah memasuki fase krusial yang sangat menentukan nasib banyak tim peserta. Fokus utama publik dan analisis kini tertuju pada persaingan ketat memperebutkan slot terbatas sebagai tim peringkat ketiga terbaik.
Dua tim asal Afrika, yakni Aljazair dan Senegal, tengah menghadapi situasi yang sangat pelik dalam upaya mereka untuk melaju ke babak gugur. Kedua negara ini harus pasrah dan menunggu hasil dari pertandingan tim lain yang sedang berlangsung.
Situasi sulit ini dialami karena baik Aljazair maupun Senegal gagal menempati posisi dua teratas dalam klasemen grup masing-masing. Akibatnya, mereka kini harus bersaing dengan tim-tim lain yang juga menempati posisi ketiga di grupnya.
Penentuan tim mana yang akan lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik ini memiliki kriteria yang cukup ketat. Kriteria tersebut biasanya didasarkan pada akumulasi poin yang berhasil dikumpulkan, kemudian dilanjutkan dengan perbandingan selisih gol.
Apabila poin dan selisih gol masih sama antar tim, maka jumlah gol yang berhasil dicetak akan menjadi faktor pembeda terakhir. Skenario matematis yang harus mereka hadapi ini tergolong rumit dan membutuhkan sedikit keberuntungan dari hasil pertandingan lain.
Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, kedua tim Afrika ini sangat bergantung pada hasil pertandingan lain untuk melanjutkan asa mereka dalam kompetisi ini. Mereka tidak lagi memegang kendali penuh atas takdir mereka sendiri saat ini.
Situasi ini muncul karena kedua tim tersebut gagal menempati posisi dua besar di grup masing-masing, sehingga mereka kini harus bersaing dengan tim-tim lain yang juga finis di posisi ketiga, ujar Analis Sepak Bola Regional.
Penentuan slot tim peringkat ketiga terbaik ini biasanya didasarkan pada poin, selisih gol, dan jumlah gol yang dicetak, sebagaimana diatur dalam regulasi turnamen yang berlaku, jelas sumber tersebut.