HOTNEWS.ID - Defisit neraca perdagangan barang dan jasa Amerika Serikat (AS) menunjukkan tren penyempitan tipis pada periode April 2026. Kondisi ini terjadi karena volume ekspor AS berhasil melampaui laju pertumbuhan impor selama bulan tersebut.
Biro Analisis Ekonomi AS (BEA) mengumumkan data ini pada hari Selasa, 9 Juni 2026, menunjukkan penurunan defisit sebesar US$0,7 miliar. Angka defisit tercatat pada US$55,9 miliar, berkurang dari posisi US$56,6 miliar yang tercatat pada Maret 2026.
Perkembangan ini ternyata memberikan hasil yang lebih positif dibandingkan proyeksi yang dipegang oleh para pelaku pasar sebelumnya. Sebelumnya, para analis memprediksi bahwa defisit perdagangan akan berada di angka US$56,2 miliar.
Dilansir dari Anadolu Agency, hasil aktual tersebut menunjukkan bahwa kinerja perdagangan luar negeri AS lebih kuat dari antisipasi pasar. Hal ini memberikan sentimen positif terhadap kesehatan ekonomi Amerika Serikat secara keseluruhan.
BEA mencatat bahwa total nilai ekspor AS pada April 2026 mencapai US$327,1 miliar. Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar US$8,3 miliar jika dibandingkan dengan catatan pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, sektor impor juga mengalami pertumbuhan, namun lajunya lebih rendah dibandingkan ekspor. Impor tercatat meningkat sebesar US$7,6 miliar, menjadikan total nilai impor mencapai US$383 miliar pada bulan yang sama.
Penyempitan defisit secara agregat dipengaruhi oleh perbaikan signifikan di sektor barang, di mana defisitnya berkurang sebesar US$2,4 miliar menjadi US$83,7 miliar. Namun, sektor jasa mengalami sedikit kontraksi.
Kontribusi dari sektor jasa menunjukkan penurunan surplus sebesar US$1,7 miliar, sehingga angka surplus jasa pada April 2026 berada di posisi US$27,8 miliar. Meskipun begitu, kinerja barang lebih dominan dalam menekan defisit keseluruhan.
Dikutip dari Investing, para ekonom sebelumnya telah memperkirakan adanya penyempitan tipis pada defisit perdagangan AS. Namun, realisasi data yang melampaui ekspektasi pasar memberikan gambaran yang lebih positif terhadap kinerja ekonomi AS di pasar global," ujar salah satu analis.