HOTNEWS.ID - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan rasa syukurnya atas situasi konflik yang terjadi antara Israel dan Iran. Ia mengaitkan perang tersebut dengan keberhasilan mencegah potensi bencana besar yang mengancam eksistensi negaranya.

Netanyahu secara spesifik menyoroti bahwa melalui kampanye militer gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, Republik Islam Iran berhasil dijauhkan dari kemampuan untuk mengembangkan senjata pemusnah massal, khususnya senjata nuklir. Pernyataan ini muncul setelah adanya kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Peristiwa penting ini diketahui publik pada hari Selasa, 16 Juni 2026, berdasarkan pemberitaan dari Aljazeera. Informasi ini menggarisbawahi perspektif pemerintah Israel terhadap eskalasi konflik yang terjadi baru-baru ini.

Tepatnya pada hari Senin, Netanyahu menyampaikan pandangannya mengenai dampak strategis dari operasi militer yang telah dijalankan oleh negaranya bersama sekutunya, Washington. Ia menekankan bahwa langkah-langkah tersebut memiliki tujuan fundamental untuk mengamankan masa depan Israel.

Dilansir dari Aljazeera, Netanyahu menyatakan bahwa operasi militer gabungan AS-Israel melawan Iran telah berhasil menyelamatkan negaranya dari apa yang ia deskripsikan sebagai ancaman "pemusnahan nuklir" yang berasal dari Republik Islam tersebut.

Komentar ini merupakan respons pertama yang disampaikan oleh Netanyahu setelah Washington dan Teheran mencapai kesepakatan damai yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan ini menandai titik balik dalam dinamika regional.

Lebih lanjut, Netanyahu menegaskan prioritas utama dari seluruh tindakan militer yang telah dilakukan selama periode konflik tersebut. Hal ini menunjukkan fokus utama kepemimpinan Israel dalam menghadapi tantangan keamanan eksistensial.

"Yang terpenting adalah kita telah menyelamatkan Negara Israel dari ancaman pemusnahan nuklir," kata Netanyahu, dalam komentar pertamanya setelah Washington dan Teheran menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Pernyataan ini memberikan konteks penting mengenai bagaimana Israel memandang hasil dari konfrontasi militer yang intensif dengan Iran, dengan menekankan pencegahan proliferasi senjata pemusnah.