HOTNEWS.ID - PT Sahabat Mikro Fintek (Samir), sebagai salah satu penyelenggara P2P lending, mengumumkan pencapaian kinerja positif pada awal tahun 2026. Total pembiayaan yang berhasil disalurkan selama empat bulan pertama tahun tersebut tercatat mencapai Rp1,5 triliun.

Angka ini menunjukkan progres yang substansial, karena realisasi pembiayaan tersebut sudah mencapai separuh dari total penyaluran yang dibukukan sepanjang tahun 2025. Kinerja ini menjadi indikator kuat pertumbuhan bisnis perusahaan di tengah persaingan industri fintech.

Direktur Utama Samir, Handy, mengungkapkan bahwa pertumbuhan positif ini sangat dipengaruhi oleh peningkatan portofolio penyaluran pembiayaan di wilayah luar Pulau Jawa. Salah satu wilayah yang menunjukkan lonjakan signifikan adalah Pulau Sumatra, yang kontribusinya mencapai sekitar 17%.

"Kemudian disusul berikutnya dari Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Pulau Papua, Pulau Maluku, dan yang terbesar masih dari Pulau Jawa sebesar 69%," ujar Handy dalam keterangan tertulis yang diterima pada Senin (22/6/2026).

Handy menekankan bahwa ekspansi penyaluran di luar Jawa sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat luas, termasuk bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah di Indonesia.

Meskipun terjadi akselerasi penyaluran, Samir tetap memprioritaskan manajemen risiko kredit yang ketat. Hal ini dilakukan melalui penguatan tata kelola dan manajemen risiko demi menjaga kualitas aset tetap prima.

"Dia menegaskan tumbuhnya penyaluran pembiayaan di luar Pulau Jawa sejalan dengan komitmennya untuk memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat dan para pelaku UMKM di Indonesia," kutipan ini menegaskan fokus perusahaan pada inklusi keuangan.

Handy juga berharap agar Samir dapat berfungsi sebagai instrumen pendukung ekonomi yang efektif bagi masyarakat. Tujuan utamanya adalah membantu kebutuhan darurat dan menjaga arus kas para peminjam, khususnya UMKM, melalui akses pembiayaan yang transparan.

"Kami berharap Samir mampu menjadi alat bantu ekonomi yang efektif, membantu kebutuhan darurat hingga menjaga arus kas di masa yang sulit bagi masyarakat dan para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengakses pembiayaan yang transparan,” ucap Handy.