HOTNEWS.ID - Tragedi meninggalnya tiga orang peserta program pelatihan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) telah menimbulkan sorotan publik yang signifikan. Kejadian ini mendorong pihak Istana Kepresidenan untuk segera memberikan respons resmi mengenai langkah tindak lanjut.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengonfirmasi bahwa pemerintah akan segera melaksanakan evaluasi atas seluruh rangkaian program pembekalan tersebut. Evaluasi ini dilakukan sebagai respons langsung terhadap insiden yang merenggut nyawa peserta didik.

"Semua proses kan kami lakukan kalau ada misalnya salah prosedur, itu kami perbaiki. Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian itu juga bagian dari evaluasi," ujar Prasetyo Hadi setelah menghadiri konferensi pers di Gedung DPR pada hari Jumat, 26 Juni 2026.

Pemerintah menegaskan bahwa komitmen untuk meningkatkan kompetensi para calon manajer KDKMP dan KNMP tetap menjadi prioritas utama. Pembekalan dianggap penting, namun harus dipastikan berjalan tanpa menimbulkan risiko keselamatan bagi peserta.

Sebelumnya, Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Pertahanan (Karo Infohan) Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa semua peserta telah melewati serangkaian tahapan seleksi. Salah satu tahapan krusial yang telah dilalui adalah pemeriksaan kesehatan.

"Perlu disampaikan bahwa sebelum mengikuti program, peserta telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan," kata Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan resmi yang dirilis pada Rabu, 24 Juni 2026.

Kemhan dan panitia seleksi kini tengah fokus pada proses evaluasi mendalam untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Tujuannya adalah memastikan proses seleksi berjalan lancar dan aman bagi seluruh peserta.

Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menambahkan bahwa evaluasi ini akan mencakup aspek yang sangat luas dalam penyelenggaraan program. "Evaluasi, kata dia, mencakup seluruh aspek, termasuk mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis, penanganan peserta dengan kondisi kesehatan khusus, serta sistem komunikasi dan pelaporan," jelasnya.

Tiga peserta yang meninggal dunia berasal dari lokasi pendidikan yang berbeda di Indonesia. Anisa Muyassaroh meninggal saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, pada 18 Juni 2026.