HOTNEWS.ID - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tengah berupaya keras memperkuat produksi bawang putih domestik sebagai bagian dari komitmen pencapaian swasembada pangan nasional. Upaya ini dilakukan melalui percepatan program penanaman di berbagai wilayah strategis di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Kamis, 18 Juni 2026. Pertanyaan mengenai kemungkinan penghentian total impor bawang putih menjadi topik utama pembahasan dalam sesi tersebut.
Menurut Mentan Amran, fokus utama pemerintah saat ini adalah melakukan penanaman bawang putih secara masif guna memutus rantai ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. Komoditas ini diidentifikasi sebagai salah satu dari tiga bahan pangan strategis yang belum sepenuhnya mencapai swasembada.
"Dari komoditas pangan strategis yang menjadi perhatian pemerintah, sebagian besar sudah swasembada bahkan ekspor. Yang belum sepenuhnya swasembada saat ini adalah bawang putih, daging, dan kedelai," ujar Andi Amran Sulaiman.
Mentan menjelaskan bahwa total kebutuhan impor untuk ketiga komoditas strategis tersebut berkisar pada angka 3,5 juta ton. Sementara itu, produksi pangan nasional secara keseluruhan sudah mampu mencapai sekitar 73 juta ton, melebihi kebutuhan nasional yang hanya sekitar 68 juta ton.
Dilansir dari Bisnis.com, Mentan menambahkan bahwa porsi impor hanya menyumbang sekitar 4% hingga 5% dari total produksi nasional saat ini. Angka ini jauh di bawah standar swasembada yang ditetapkan oleh FAO, yang masih memperbolehkan impor hingga mencapai 10%.
Berdasarkan data tersebut, Andi Amran menilai bahwa secara definisi luas, Indonesia sebetulnya sudah mencapai swasembada pangan, termasuk pada komoditas beras yang bahkan telah menunjukkan surplus produksi yang signifikan. "Artinya swasembada pangan dan swasembada beras sudah tercapai, bahkan kita berada dalam posisi surplus. Ini yang perlu dipahami dalam konteks definisi swasembada," katanya.
Keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada bawang putih menjadi landasan kebijakan Kementan untuk segera menyiapkan fondasi melalui percepatan perbenihan nasional. Langkah ini krusial untuk mendukung pengembangan budidaya secara lebih luas.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa kebijakan tidak lagi hanya didasarkan pada pertimbangan harga impor yang lebih murah, melainkan pada penguatan ketahanan dan kedaulatan pangan bangsa. "Kalau atas dasar efisiensi mungkin impor bisa dibenarkan, tapi atas dasar survival of the country, itu tidak bisa dibenarkan. Kita ingin petani kita hidup dan Indonesia tidak terus bergantung pada negara lain," kata Wamentan Sudaryono dalam konferensi pers pada Rabu, 17 Juni 2026.