HOTNEWS.ID - Kebijakan pemerintah yang menawarkan perpanjangan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga 40 tahun disambut baik karena dinilai dapat meringankan cicilan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Meskipun demikian, para pengembang properti menilai bahwa kebijakan ini harus dikaji lebih dalam dan perlu diimbangi dengan penyesuaian harga jual rumah subsidi agar kualitas bangunan tetap terjaga mutunya.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Alexandra Citra Pertiwi sekaligus pengurus DPP Real Estate Indonesia (REI), Tuti Mugiastuti, yang menilai upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah sangat diapresiasi.

Tuti Mugiastuti berpendapat bahwa perpanjangan tenor hingga empat dekade bukanlah kebutuhan paling mendesak dalam program rumah subsidi saat ini.

"Kalau saya pribadi sebenarnya kurang setuju dengan tenor sampai 40 tahun. Memang cicilan menjadi lebih ringan, tetapi jangka waktunya terlalu panjang. Menurut saya, tenor yang sekarang sebenarnya sudah cukup," ujar Tuti Mugiastuti pada hari Senin, 29 Juni 2026.

Menurut pandangan pengembang, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah harga jual rumah subsidi yang dinilai sudah tidak lagi sejalan dengan kenaikan biaya pembangunan. Oleh karena itu, penyesuaian harga dinilai lebih penting untuk memastikan peningkatan kualitas bangunan.

Saat ini, harga rumah subsidi masih berada di kisaran Rp185 juta, namun REI mengusulkan adanya kenaikan sekitar 5% hingga 7% agar harga jualnya mencapai sekitar Rp212 juta.

"Kami mengusulkan agar dapat disesuaikan, naik sekitar 5%—7% menjadi sekitar Rp212 juta. Pembahasan ini juga sedang berlangsung di REI bersama berbagai pemangku kepentingan. Idealnya memang ada penyesuaian harga secara berkala mengikuti kenaikan biaya pembangunan," kata Tuti Mugiastuti mengenai usulan kenaikan harga tersebut.

Tuti menegaskan bahwa kenaikan harga yang diusulkan tersebut bukan semata-mata untuk meningkatkan margin keuntungan pengembang, melainkan untuk memberikan ruang bagi peningkatan spesifikasi rumah subsidi sesuai kebutuhan masyarakat modern.