HOTNEWS.ID - Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia memiliki potensi signifikan untuk berperan sebagai penopang utama dalam struktur rantai pasok industri nasional. Peran ini sangat krusial dalam upaya negara mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku dan barang setengah jadi.

Peluang ini terbuka lebar seiring dengan upaya pemerintah untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri. Dengan memaksimalkan potensi IKM, Indonesia dapat menciptakan ekosistem industri yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Namun demikian, realisasi potensi besar tersebut masih dihadapkan pada sejumlah hambatan struktural yang memerlukan perhatian serius. Tantangan-tantangan ini menjadi pekerjaan rumah kolektif bagi pemangku kepentingan di berbagai sektor terkait.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh IKM adalah banjir produk impor yang membanjiri pasar domestik. Persaingan yang tidak sehat ini seringkali menyulitkan produk-produk IKM untuk bersaing secara efektif di pasar sendiri.

Selain itu, akses terhadap modal atau pembiayaan masih menjadi kendala klasik bagi banyak pelaku usaha IKM. Keterbatasan akses permodalan ini menghambat ekspansi kapasitas produksi dan modernisasi teknologi yang dibutuhkan.

Tantangan ketiga berkaitan dengan implementasi program-program yang telah dirancang oleh pemerintah. Pelaku IKM sering menghadapi kendala dalam hal kecepatan atau lambatnya realisasi berbagai program dukungan yang seharusnya mereka terima.

Dilansir dari Bisnis.com, terdapat pandangan bahwa IKM memegang kunci untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku dan barang antara. Hal ini menunjukkan pentingnya IKM dalam narasi ketahanan ekonomi nasional.

"Sejumlah tantangan mulai dari banjir impor, keterbatasan akses pembiayaan, hingga lambatnya realisasi program pemerintah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan," demikian disampaikan mengenai kondisi yang dihadapi IKM saat ini.

Untuk mengatasi masalah banjir impor, diperlukan kebijakan perlindungan pasar domestik yang lebih tegas dan efektif, sekaligus mendorong peningkatan kualitas produk IKM agar mampu bersaing secara global.