HOTNEWS.ID - Permintaan nikel global diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2026, dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 4,5% secara tahunan. Angka ini menunjukkan peningkatan dari estimasi pertumbuhan sebesar 3,7% yang diperkirakan terjadi pada tahun 2025.

Pertumbuhan permintaan yang kuat ini terungkap dalam riset terbaru dari BMI, sebuah lengan riset dari Fitch Solutions Company. Analisis tersebut menyoroti bahwa kenaikan permintaan nikel dunia tetap solid, bahkan di tengah potensi risiko pasokan.

Risiko pasokan tersebut muncul akibat kebijakan pemerintah Indonesia yang memangkas kuota produksi bijih nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk tahun 2026. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan mengenai ketersediaan pasokan di pasar global.

Namun, BMI memandang bahwa sektor baja nirkarat atau stainless steel akan menjadi penopang utama pertumbuhan permintaan nikel di masa mendatang. Sektor ini menunjukkan tren positif yang konsisten.

Hal ini tercermin dari proyeksi produksi baja nirkarat yang diperkirakan akan meningkat sebesar 2,5% secara tahunan pada kuartal pertama tahun 2026. Pertumbuhan ini menjadi indikator penting bagi pasar nikel global.

"Kami memperkirakan konsumsi nikel global akan meningkat sebesar 4,5% secara tahunan atau year on year menjadi 3,7 juta ton pada 2026, dari estimasi pertumbuhan 3,7% pada 2025, dengan produksi baja tahan karat tetap menjadi penopang utama permintaan," demikian pernyataan BMI dalam riset terbarunya.

BMI menilai bahwa pertumbuhan produksi baja nirkarat didorong oleh peningkatan permintaan yang berasal dari berbagai wilayah. Pasar utama yang berkontribusi terhadap tren ini mencakup China, kawasan Asia yang lebih luas, serta Amerika Serikat (AS).

"Pertumbuhan produksi baja nirkarat terjadi seiring pertumbuhan permintaan di China, kawasan Asia yang lebih luas, dan Amerika Serikat (AS)," demikian penjelasan lebih lanjut dari BMI.

Dikutip dari Bloomberg Technoz, riset ini memberikan gambaran optimis terhadap pasar nikel global, meskipun dihadapkan pada tantangan pasokan dari salah satu produsen utamanya.