HOTNEWS.ID - Kawasan Rebana, yang meliputi wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah proyek investasi selama tiga tahun terakhir. Pertumbuhan aktivitas ekonomi ini sangat terasa, menarik perhatian banyak pelaku usaha untuk menanamkan modal di wilayah Jawa Barat bagian timur tersebut.

Meskipun jumlah proyek yang masuk sangat tinggi, terdapat kontras mencolok jika dibandingkan dengan nilai total investasi yang berhasil dihimpun. Nilai investasi yang mengalir ke Rebana masih tertinggal jauh apabila dibandingkan dengan pusat-pusat industri mapan di Jawa Barat, seperti Bekasi dan Karawang.

Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lonjakan aktivitas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Ciayumajakuning selama periode 2023 hingga 2025. Angka ini mengindikasikan semakin dinamisnya lanskap bisnis di lima kabupaten/kota tersebut.

Secara spesifik pada tahun 2025, Kabupaten Cirebon mencatatkan 8.141 proyek PMDN, diikuti Kota Cirebon dengan 4.349 proyek, Indramayu 3.665 proyek, Majalengka 1.682 proyek, dan Kuningan 932 proyek. Total akumulasi proyek PMDN di Rebana melampaui angka 18.700 kegiatan usaha.

Namun, akumulasi nilai dari semua proyek PMDN tersebut di lima daerah ini hanya berkisar pada angka Rp8,5 triliun. Apabila ditambah dengan Penanaman Modal Asing (PMA), total investasi di kawasan Rebana keseluruhan berada di kisaran Rp16 triliun.

Sebagai perbandingan yang sangat signifikan, Kabupaten Bekasi berhasil membukukan total investasi sekitar Rp81,8 triliun pada tahun yang sama, sementara Karawang mencatatkan angka Rp70,8 triliun. Nilai investasi kedua wilayah tersebut jauh melampaui total capaian gabungan investasi yang masuk ke area Ciayumajakuning.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, memberikan perspektif mengenai fenomena ini. Beliau menjelaskan bahwa banyak proyek tidak secara otomatis berbanding lurus dengan besaran nilai investasi yang masuk ke suatu wilayah.

"Jumlah proyek memang tumbuh sangat cepat, tetapi yang perlu dilihat juga adalah nilai investasinya. Banyak proyek tidak selalu berarti nilai investasi besar karena bisa saja didominasi oleh investasi skala UMKM atau usaha menengah," ujar Margaretha, Rabu (24/6/2026).

Menurut penilaian Margaretha, kondisi ini mengindikasikan bahwa kawasan Rebana saat ini masih berada dalam tahap awal pembentukan ekosistem investasi yang matang. Infrastruktur strategis seperti Bandara Internasional Kertajati dan Pelabuhan Patimban telah meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.