HOTNEWS.ID - Platform investasi digital BMoney, yang merupakan bagian dari ekosistem PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), telah mencapai pencapaian signifikan dalam pengelolaan asetnya. Per Mei 2026, dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) BMoney telah mencapai total Rp6 triliun.

Pencapaian ini terbilang luar biasa karena melampaui ekspektasi manajemen perusahaan. Target awal AUM yang ditetapkan oleh manajemen untuk penutupan tahun 2026 sejatinya hanya berada pada kisaran Rp4,5 triliun.

Chief Executive Officer (CEO) BMoney, Angganata Sebastian, menjelaskan bahwa lonjakan AUM yang signifikan ini didorong oleh strategi pengembangan ganda perusahaan. Strategi tersebut adalah memfokuskan pengembangan secara simultan pada segmen investor ritel dan investor high-net-worth individual (HNWI).

Angganata Sebastian memaparkan bahwa kedua segmen pasar tersebut memiliki peran komplementer yang krusial bagi pertumbuhan platform. "Sektor ritel menghadirkan skala, keterlibatan, dan prospek bisnis masa depan, sedangkan sektor HNWI menghadirkan kepercayaan, kredibilitas, dan monetisasi," ujar Angganata dalam keterangan tertulis pada Selasa (23/6/2026).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kedua segmen tersebut harus dilihat sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan. Menurutnya, sinergi antara investor ritel dan HNWI terbukti sangat efektif dalam memperkuat volume investasi sekaligus nilai aset di dalam ekosistem BMoney.

Secara kuantitas, basis pengguna BMoney telah merangkul lebih dari 1 juta investor ritel. Investor dari segmen ritel ini menyumbang lebih dari 90% dari total kuantitas basis pengguna yang terdaftar di platform tersebut.

Namun, terdapat perbedaan menarik jika dilihat dari sisi nilai dana kelolaan. Meskipun jumlahnya minoritas secara kuantitas, nasabah kategori premium atau HNWI justru mendominasi nilai dana kelolaan, menyumbang hingga 90% dari total keseluruhan AUM perusahaan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan AUM yang positif ke depan, BMoney berencana memperkuat aspek kepatuhan regulasi. Perusahaan kini tengah berupaya mengantongi lisensi resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk berbagai instrumen, mulai dari APERD, Midis SBN, hingga transaksi saham dan emas.

Dikutip dari Bisnis.com, langkah penguatan operasional ini juga didukung oleh berbagai kemitraan strategis. BMoney telah menjalin kerja sama dengan puluhan manajer investasi terkemuka, penyedia likuiditas emas, serta sejumlah institusi perbankan besar di Indonesia.