HOTNEWS.ID - Pemerintah Rusia mengisyaratkan adanya rencana untuk segera mengakhiri pembatasan ekspor bahan bakar jenis solar. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap pemulihan kondisi pasar di dalam negeri yang sempat mengalami gejolak.
Wakil Perdana Menteri Alexander Novak menyatakan bahwa pencabutan larangan ekspor solar akan dilakukan pada waktu yang tepat. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya kelebihan pasokan di kilang minyak Rusia.
"Larangan ekspor solar akan dicabut pada waktunya untuk mencegah kilang menghadapi kelebihan pasokan yang dapat memaksa mereka mengurangi volume pengolahan," ujar Novak kepada wartawan di Omsk, Siberia, pada Sabtu. Pernyataan ini disampaikan seperti dikutip oleh Interfax.
Namun, untuk bahan bakar jenis bensin, pemerintah Rusia memutuskan untuk memperpanjang kebijakan larangan ekspor. Pembatasan ini akan berlaku baik bagi produsen maupun nonprodusen hingga akhir tahun ini.
Situasi ini merupakan respons terhadap krisis pasokan bahan bakar yang melanda Rusia sepanjang musim panas. Beberapa wilayah negara tersebut dilaporkan sempat memberlakukan pembatasan penjualan bensin dan solar.
Krisis pasokan ini terjadi di tengah meningkatnya serangan Ukraina terhadap fasilitas kilang minyak milik Rusia. Sebagai bentuk penanganan darurat, pemerintah Rusia menerapkan berbagai langkah strategis, termasuk larangan ekspor bahan bakar.
Kebijakan pembatasan ekspor bahan bakar yang berlaku saat ini dijadwalkan akan berakhir pada tanggal 31 Juli. Namun, pemerintah tampaknya akan memperpanjangnya untuk bensin.
"Untuk bensin, Novak mengatakan pemerintah memutuskan memperpanjang larangan ekspor baik bagi produsen maupun nonprodusen hingga akhir tahun," demikian informasi yang disampaikan.
Perkembangan ini mengindikasikan upaya Rusia untuk menstabilkan pasokan energi domestik sekaligus merespons tantangan geopolitik yang mempengaruhi sektor minyak dan gasnya.