HOTNEWS.ID - Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada rentang waktu 29 Juni hingga 3 Juli 2026 diwarnai oleh kinerja impresif dari sejumlah saham, terutama yang memiliki kapitalisasi pasar kecil hingga menengah. Fenomena ini terjadi di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru menunjukkan sedikit koreksi selama periode tersebut.

Kenaikan harga yang signifikan, bahkan mencapai level dua digit, berhasil dicatatkan oleh sederet emiten selama pekan perdagangan tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya pergerakan dana yang terfokus pada saham-saham tertentu di luar pergerakan indeks secara keseluruhan.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Trust Finance Indonesia Tbk. (TRUS) berhasil menduduki peringkat teratas sebagai top gainers. Saham TRUS melesat tajam sebesar 71,43% pada penutupan pekan itu, dengan harga melonjak dari Rp350 menjadi Rp600 per lembar.

Mengikuti jejak kesuksesan TRUS, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO) menempati posisi kedua dengan penguatan impresif sebesar 70,59%. Saham COCO ditutup pada level harga Rp290, menunjukkan minat beli yang tinggi dari investor pada emiten tersebut.

Kinerja positif lainnya dicatatkan oleh PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF), yang berhasil menguat sebesar 55,73%, membawa harga sahamnya mencapai Rp204. Performa ini menegaskan tren reli saham-saham tertentu yang terjadi pada pekan tersebut.

Selanjutnya, PT Koka Indonesia Tbk. (KOKA) mencatat apresiasi harga sebesar 51,69%, ditutup di level Rp135. Sementara itu, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk. (ASPI) juga menunjukkan performa kuat dengan penguatan 43,75% ke level Rp414.

Daftar emiten dengan kenaikan signifikan terus berlanjut dengan saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO) yang naik 39,29% menjadi Rp390. Selain itu, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) menguat 39,06% ke Rp89, dan PT Harapan Duta Pertiwi Tbk. (HOPE) terapresiasi 36% ke Rp136.

Dua saham lain yang menutup daftar sepuluh besar penguat adalah PT Agro Yasa Lestari Tbk. (AYLS) yang naik 34,75% ke Rp159, dan PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI) yang menutup pekan dengan kenaikan 32,26% ke Rp82.

Di sisi lain, IHSG sepanjang pekan tersebut justru mengalami kontraksi tipis sebesar 0,35%, bergerak dari 5.896,134 menjadi 5.875,780 pada penutupan 3 Juli 2026. Penurunan indeks ini turut menyebabkan kapitalisasi pasar menyusut sebesar 0,14%, dari Rp10.302 triliun menjadi Rp10.287 triliun.