HOTNEWS.ID - Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya terus mengintensifkan upaya penguatan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah proaktif ini dilakukan sebagai respons terhadap potensi gangguan keamanan di wilayah hukum mereka.
Program yang menjadi wadah kolaborasi ini dikenal dengan nama "Jaga Jakarta on the Spot," yang secara spesifik bertujuan mendekatkan institusi kepolisian langsung ke tengah-tengah komunitas warga. Tujuannya adalah mendengarkan aspirasi dan mencari solusi bersama atas isu-isu keamanan lokal yang dihadapi.
Kegiatan dialog interaktif ini dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 17 Juni 2026, berlokasi spesifik di Kampung Cipinang Jagal, tepatnya di RT 07/RW 10, Kelurahan Cipinang, Jakarta Timur. Pemilihan lokasi ini menunjukkan fokus penjangkauan di area yang memerlukan perhatian khusus terkait Kamtibmas.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Satbrimob Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jemmy Yudanindra. Kehadiran pejabat kepolisian tingkat menengah ini menegaskan keseriusan dalam menjaga ketertiban di tingkat akar rumput.
Momen pertemuan itu dimanfaatkan sebagai forum dialog terbuka antara personel kepolisian dengan para tokoh masyarakat setempat. Pembahasan utama difokuskan pada strategi bersama untuk memelihara kamtibmas serta langkah konkret pencegahan keterlibatan para remaja dalam aksi tawuran yang meresahkan.
Suasana pertemuan dilaporkan berlangsung dalam nuansa yang hangat dan penuh keakraban, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan pandangan masing-masing. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan antara aparat dan warga.
AKBP Jemmy Yudanindra secara aktif terlibat dalam percakapan, mendiskusikan secara mendalam mengenai kondisi terkini terkait situasi kamtibmas di kawasan tersebut. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dalam mencegah berbagai bentuk gangguan kriminalitas.
"Masyarakat diminta berperan aktif mecegah terjadinya tawuran dan gangguan kriminalitas lainnya," adalah penekanan utama yang disampaikan dalam sesi dialog tersebut, sebagaimana dikutip dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya.
Dilansir dari konteks kegiatan tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak hanya menjadi objek keamanan, tetapi juga subjek utama dalam menjaga lingkungan mereka sendiri dari potensi konflik sosial seperti aksi tawuran antar kelompok pemuda.