HOTNEWS.ID - Perkembangan signifikan dalam diplomasi internasional mengemuka dari forum G7, di mana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan indikasi kuat mengenai penyelesaian konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Fokus utama pembicaraan adalah kesepakatan damai yang telah lama dinanti-nantikan antara Washington dan Teheran.
Trump menyatakan bahwa dokumen perjanjian yang bertujuan mengakhiri perang di kawasan tersebut berada di ambang penandatanganan resmi. Meskipun optimis mengenai waktu kesepakatan, ia tampak berhati-hati dalam menentukan tanggal finalisasi perjanjian tersebut.
Kesepakatan yang diklaim telah dicapai pada hari Minggu tersebut kini memasuki fase implementasi akhir. Kepastian mengenai kapan momen bersejarah ini akan terjadi masih menjadi subjek pengumuman yang dinamis dari Gedung Putih.
Dalam konferensi pers di KTT G7, Presiden Trump menyampaikan optimisme tinggi mengenai jadwal penandatanganan tersebut. "Kesepakatan yang kita capai dengan Iran pada hari Minggu akan segera ditandatangani, besok (Kamis), mungkin lusa (Jumat)," kata Trump, menggarisbawahi kedekatan waktu penandatanganan tersebut.
Informasi ini muncul setelah adanya pengumuman sebelumnya yang menyebutkan bahwa penandatanganan akan dilakukan pada hari Jumat di Swiss. Detail ini mengindikasikan adanya sedikit pergeseran atau penyesuaian jadwal finalisasi kesepakatan bersejarah tersebut.
Pihak Amerika Serikat dikonfirmasi akan diwakili oleh Wakil Presiden JD Vance dalam upacara penandatanganan yang krusial tersebut. Kehadiran Vance menunjukkan betapa pentingnya kesepakatan ini bagi agenda kebijakan luar negeri pemerintahan saat ini.
Dikutip dari AFP, pernyataan Trump mengenai jadwal ini disampaikan pada hari Kamis, 18 Juni 2026, saat ia tengah menghadiri pertemuan tingkat tinggi para pemimpin dunia di KTT G7. Momen ini menjadi sorotan utama di tengah isu-isu global lainnya.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi titik balik penting dalam meredakan ketegangan geopolitik yang selama ini membayangi stabilitas kawasan Timur Tengah. Semua pihak menanti realisasi perjanjian yang diklaim akan membawa perdamaian regional ini.