HOTNEWS.ID - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 3 Kota Bekasi tahun ini mengusung tema utama yang berbeda, yaitu pencegahan perundungan. Fokus ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa baru.

Kegiatan MPLS tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga membekali mereka dengan pemahaman mendalam mengenai dampak negatif dari perundungan. Hal ini menjadi prioritas utama dalam rangkaian orientasi siswa di tahun ajaran baru ini.

Melalui berbagai sesi interaktif, siswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk perundungan, baik secara fisik maupun verbal, serta konsekuensinya. Tujuannya adalah agar para siswa dapat mengidentifikasi dan mencegah tindakan tersebut sejak dini.

Dalam upaya memperkuat program ini, SMPN 3 Bekasi menggandeng Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kehadiran KPAI diharapkan dapat memberikan panduan dan dukungan yang komprehensif dalam implementasi sekolah bebas perundungan.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif SMPN 3 Bekasi yang menempatkan pencegahan perundungan sebagai prioritas dalam MPLS," ujar perwakilan KPAI, merujuk pada pentingnya peran lembaga negara dalam mendukung program sekolah yang positif.

Selain KPAI, sekolah juga memberdayakan siswa senior untuk berperan aktif sebagai agen perubahan. Para siswa senior ini akan menjadi mentor bagi adik-adik kelasnya dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai anti-perundungan.

"Siswa senior memiliki peran penting sebagai teladan dan fasilitator bagi siswa baru dalam memahami pentingnya saling menghargai dan mencegah perundungan," demikian disampaikan oleh salah satu guru pendamping kegiatan MPLS.

Pendekatan ini diharapkan dapat membangun budaya sekolah yang inklusif, di mana setiap siswa merasa aman dan dihargai keberadaannya. Dengan demikian, proses belajar mengajar dapat berjalan optimal tanpa rasa takut atau cemas.

Para siswa senior yang terpilih menjadi agen perubahan ini telah dibekali pelatihan khusus agar mampu menyampaikan pesan-pesan anti-perundungan secara efektif dan persuasif kepada teman-teman baru mereka.