HOTNEWS.ID - Asosiasi Gula Indonesia (AGI) memberikan pandangan bahwa Indonesia belum sepenuhnya mencapai status swasembada gula. Hal ini menjadi catatan penting meskipun gula telah disebut sebagai salah satu dari delapan komoditas pangan yang diklaim swasembada oleh Presiden Prabowo Subianto.
Terkait kondisi ini, Sekretaris Eksekutif AGI, Dwi Purnomo Putranto, menjelaskan bahwa klaim swasembada tersebut baru berlaku untuk segmen gula konsumsi. Sementara itu, kebutuhan gula untuk keperluan industri masih harus dipenuhi melalui mekanisme impor.
"Secara nasional, gula konsumsi, itu yang dipakai langsung dikonsumsi atau gula rumah tangga, itu disuplai dari gula yang dibuat dari tebu. Namanya gula kristal putih atau GKP," jelas Dwi Purnomo Putranto.
Ia melanjutkan, "Coba, kalau gula industri, itu disuplai dari gula rafinasi, yang bahan bakunya dari gula mentah atau raw sugar. Raw sugar ini 100% masih impor sampai sekarang," kata Dwi ketika dihubungi Bloomberg Technoz.
Situasi produksi gula konsumsi nasional saat ini menunjukkan perkembangan positif. Angka produksi yang sebelumnya berkisar antara 2,2 juta hingga 2,4 juta ton, kini telah mengalami peningkatan signifikan.
Produksi gula konsumsi domestik diproyeksikan dapat mencapai angka 2,7 juta ton dan bahkan berpotensi menyentuh 3 juta ton pada akhir tahun ini. Peningkatan ini menunjukkan upaya pemenuhan kebutuhan rumah tangga yang semakin baik.
Di sisi lain, konsumsi gula untuk kebutuhan rumah tangga justru dilaporkan mengalami tren penurunan. Jika sebelumnya angka konsumsi berada di kisaran 3,2 juta hingga 3,4 juta ton per tahun, kini diperkirakan kebutuhan gula konsumsi hanya sekitar 2,85 juta ton per tahun.
Kondisi ini memberikan gambaran bahwa meskipun produksi gula konsumsi semakin mendekati kebutuhan, impor gula mentah untuk industri masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Hal ini perlu menjadi perhatian serius dalam upaya mencapai kemandirian pangan secara menyeluruh.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, pernyataan Dwi Purnomo Putranto ini disampaikan pada Kamis (23/7/2026), memberikan gambaran terkini mengenai kondisi sektor gula di Indonesia.