HOTNEWS.ID - PT Adaro Resources Indonesia Tbk. (ADRO) bersama anak usahanya, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), telah memaparkan target ambisius untuk sektor aluminium dan batu bara metalurgi mereka menjelang tahun 2026.

Perusahaan menargetkan penjualan aluminium ingot sebanyak 350.000 ton pada tahun 2026. Target ini didorong oleh tingginya minat dari calon pelanggan baik di pasar domestik maupun untuk kebutuhan ekspor.

Corporate Communication Department Head Alamtri Resources Indonesia, Karina Novianti, menyatakan bahwa penjualan aluminium ingot ini akan diarahkan ke berbagai pasar. Hal ini dilakukan untuk merespons permintaan pasar yang ada serta memanfaatkan peluang bisnis yang terbuka.

"Kalimantan Aluminum Industry melihat tingginya minat dari calon pelanggan. Tujuan penjualan diperkirakan akan mencakup berbagai pasar, sesuai dengan permintaan pasar dan peluang bisnis yang ada," ujar Karina Novianti pada Senin, 13 Juli 2026.

Sementara itu, untuk komoditas batu bara metalurgi, Grup ADRO belum merinci target produksi spesifiknya. Penyesuaian ini merupakan bagian dari kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah yang membatasi volume produksi batu bara di Indonesia.

Karina Novianti menjelaskan bahwa penyesuaian rencana produksi batu bara metalurgi ini tidak disebabkan oleh penurunan permintaan atau kendala kapasitas operasional. Hal ini murni sebagai respons terhadap regulasi yang berlaku.

"Penyesuaian rencana produksi ini bukan disebabkan oleh turunnya permintaan ataupun karena keterbatasan kapasitas operasional," tegas Karina Novianti.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini, seluruh kegiatan operasional baik di ADRO maupun ADMR masih berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Sebagai gambaran, smelter aluminium milik PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) di Kalimantan Utara memiliki kapasitas produksi yang ditargetkan mencapai 500.000 ton per tahun.