HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan pada hari Selasa, 23 Juni 2026, di zona merah. Pelemahan ini terjadi seiring dengan adanya sikap hati-hati atau wait and see dari para investor di pasar modal.

Sentimen utama yang menahan laju indeks adalah antisipasi terhadap pengumuman penting. Investor tengah menanti hasil dari MSCI Annual Market Classification Review serta penilaian peringkat kredit Indonesia yang akan dirilis oleh S&P Global.

Secara spesifik, IHSG tercatat melemah sebesar 15,36 poin atau setara dengan penurunan 0,25%, dan berakhir di level 6.101,33. Selama hari perdagangan tersebut, pergerakan indeks bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas antara 5.993,04 hingga 6.121,78.

Dari sisi aktivitas transaksi, terjadi peningkatan likuiditas dengan nilai transaksi total mencapai Rp37,72 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 39,81 miliar lembar saham yang ditransaksikan melalui frekuensi sebanyak 1,753 juta kali.

Pelemahan indeks mayoritas disebabkan oleh saham-saham sektor komoditas yang memberikan tekanan signifikan. Saham-saham seperti INCO, PTBA, hingga ANTM menjadi kontributor utama dalam penekanan pergerakan IHSG kemarin.

Data menunjukkan bahwa sebanyak 294 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga, sementara 398 saham mengalami pelemahan, dan 267 saham lainnya bergerak stagnan. Beberapa saham yang paling menekan indeks LQ45 antara lain INCO, PTBA, dan MDKA.

Contohnya, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) terkoreksi 4,15% ke level Rp4.960, diikuti oleh PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) yang melemah 3,50% ke Rp2.480, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang turun 3,40% ke Rp2.840.

Di sisi lain, beberapa saham berhasil menahan laju pelemahan indeks secara keseluruhan. Saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) tercatat memimpin penguatan dengan kenaikan impresif mencapai 11,76% ke harga Rp760.

Mengenai prospek ke depan, MNC Sekuritas memberikan pandangan teknikal terkait pergerakan IHSG. "Saat ini, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]," tulis MNC Sekuritas, Rabu (22/6/2026).