HOTNEWS.ID - Suasana berbeda menyelimuti jantung Ibu Kota Jakarta pada Sabtu malam (13/6/2026), ketika area Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang biasanya dipenuhi cahaya tampak meredup. Perubahan visual ini menarik perhatian publik yang melintas di kawasan strategis tersebut.
Fenomena pemadaman lampu ini merupakan bagian dari kegiatan yang terencana, bukan disebabkan oleh gangguan teknis. Pemantauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa penurunan intensitas cahaya terjadi secara bertahap.
Peristiwa ini secara spesifik terjadi di Bundaran HI, yang terletak di wilayah Jakarta Pusat. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu titik paling ramai dan terang di Jakarta pada malam hari.
Menurut pantauan yang dilakukan oleh detikcom di lokasi, lampu-lampu penerangan jalan di sekitar Bundaran HI mulai dimatikan sekitar pukul 20.30 WIB. Waktu ini menandai dimulainya aksi simbolis tersebut.
Aksi pemadaman lampu jalan dan penerangan publik di Bundaran HI ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai isu keberlanjutan lingkungan.
Tidak hanya lampu jalan yang mengalami pemadaman, ikon terkenal di tengah bundaran pun ikut terdampak. Monumen Selamat Datang, yang biasanya disorot dengan pencahayaan terang, menjadi kurang terlihat di tengah kegelapan malam.
Dilansir dari detikcom, "Pemandangan berbeda terlihat di jantung Ibu Kota malam ini," menggarisbawahi kontras antara kondisi normal Bundaran HI yang gemerlap dengan suasana yang lebih gelap pada malam itu.
Kondisi ini memberikan perspektif baru bagi para pengguna jalan dan warga yang menyaksikan ikon kota tersebut tampak tenggelam dalam bayangan. Hal ini menjadi pengingat akan pentingnya efisiensi energi.
"Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, yang biasanya gemerlap kini tampak lebih gelap," menggambarkan perubahan dramatis yang dialami oleh salah satu landmark utama Jakarta tersebut.