HOTNEWS.ID - Perkembangan signifikan dalam diplomasi internasional terjadi seiring pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengenai jadwal penandatanganan kesepakatan penting. Kesepakatan yang telah lama dinantikan ini bertujuan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Penandatanganan perjanjian bersejarah tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari ini, menunjukkan momentum positif dalam upaya meredakan ketegangan regional. Pengumuman ini memberikan harapan baru bagi stabilitas geopolitik global.
Dilansir dari AFP pada Minggu (14/6/2026), Trump menekankan bahwa penyelesaian kesepakatan ini memiliki dampak langsung terhadap pergerakan ekonomi dunia. Dampak utama yang diantisipasi adalah pembukaan kembali jalur pelayaran krusial.
Jalur pelayaran strategis yang dimaksud adalah Selat Hormuz, yang dikenal sebagai urat nadi utama bagi perdagangan energi global. Pembukaan selat ini sangat vital bagi kelancaran pasokan minyak dunia.
Trump menyampaikan kabar ini melalui platform media sosial pribadinya, Truth Social, pada hari Sabtu (13/6). Ia secara eksplisit menyebutkan jadwal penandatanganan yang akan segera terjadi.
"Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA," kata Trump dalam unggahannya tersebut.
Harapan besar diletakkan pada kesepakatan ini, terutama karena akan membuka jalan bagi normalisasi aktivitas di Selat Hormuz. Hal ini akan mengurangi risiko gangguan pasokan energi global yang selama ini menjadi isu sensitif.
Dikutip dari AFP, pernyataan ini menggarisbawahi urgensi penyelesaian konflik agar jalur perdagangan vital tersebut dapat berfungsi optimal kembali. Ini menjadi langkah konkret menuju de-eskalasi di Timur Tengah.