HOTNEWS.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia secara resmi telah mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebagai langkah awal pendataan komprehensif di tingkat regional. Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, secara khusus menyerukan agar seluruh kepala daerah di Sumut memberikan dukungan penuh demi menjamin keberhasilan agenda nasional ini.
Sensus Ekonomi merupakan kegiatan besar yang hanya dilaksanakan sekali dalam kurun waktu sepuluh tahun, bertujuan untuk mendata secara menyeluruh seluruh aktivitas ekonomi, baik dari sektor usaha maupun rumah tangga. Melalui pendataan ini, diharapkan tercipta gambaran utuh mengenai dinamika ekonomi yang sesungguhnya terjadi di tengah masyarakat.
Sonny Harmadi menjelaskan bahwa hasil dari sensus ini akan menjadi laporan terperinci mengenai peta sektor-sektor ekonomi di wilayah tersebut. "Nanti akan terpetakan secara detail sektor-sektor ekonomi masyarakat. Laporannya nanti akan disampaikan kepada kepala daerah sehingga dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan," kata Sonny saat agenda pencanangan di Parapat, Sumatra Utara, pada hari Kamis, 11 Juni 2026.
RATU Perkuat Portofolio Hulu Migas dengan Suntikan 20% Kepemilikan di Blok Madura Strait PSC
Secara strategis, pelaksanaan Sensus Ekonomi ini juga dikaitkan dengan upaya pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yaitu mencapai 8% untuk mengeluarkan Indonesia dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Sensus ini menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Data akurat yang dihimpun dari sensus ekonomi ini diharapkan berfungsi sebagai kompas utama bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pembangunan yang lebih tepat sasaran. Selain itu, hasil sensus juga akan digunakan sebagai alat evaluasi mendasar terhadap capaian pembangunan yang telah dilaksanakan di periode sebelumnya.
Sonny menyoroti bahwa Sumatera Utara merupakan wilayah dengan perkembangan pelaku usaha yang sangat pesat dalam rentang waktu dua dekade terakhir. BPS mencatat adanya peningkatan signifikan, dari 1,06 juta pelaku usaha pada tahun 2006 menjadi sekitar 1,55 juta pelaku usaha saat ini di Sumut.
Tahap pengumpulan data di lapangan akan segera dimulai, di mana petugas sensus dijadwalkan mendatangi para pelaku usaha secara door-to-door mulai tanggal 15 Juni mendatang. Selain itu, petugas juga akan mendata aktivitas ekonomi dari sekitar 4,8 juta keluarga yang tersebar di wilayah Sumatera Utara.
Oleh karena itu, Sonny meminta kepala daerah berperan aktif dalam mensosialisasikan pentingnya sensus ini kepada seluruh elemen masyarakat. "Kami berharap petugas kami nanti dapat diterima oleh masyarakat karena sensus ini penting datanya untuk memperkuat pembangunan daerah," tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan dukungan penuh dan sambutan positif terhadap inisiatif BPS yang mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sumut lebih awal dari jadwal nasional. Pelaksanaan sensus di wilayahnya dijadwalkan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.