HOTNEWS.ID - Raksasa telekomunikasi global, China Mobile, baru-baru ini memamerkan beragam solusi kecerdasan buatan (AI) terintegrasi dalam ajang Mobile World Congress (MWC) Shanghai 2026. Pameran ini menyoroti komitmen perusahaan untuk mengaplikasikan AI di berbagai sektor krusial, termasuk pemenuhan hak penyandang disabilitas, sektor olahraga, budaya, hingga keuangan.

Perusahaan asal Tiongkok ini sedang giat mengeksplorasi inovasi kecerdasan seluler melalui pengembangan perangkat keras mutakhir. Hal ini mencakup peluncuran ponsel AI, kacamata pintar berbasis AI, serta mulai mengembangkan robot humanoid untuk merekonstruksi paradigma layanan di era kecerdasan murni.

Langkah taktis yang dipaparkan dalam MWC Shanghai 2026 ini menegaskan transformasi strategis China Mobile. Mereka beralih dari sekadar operator telekomunikasi tradisional menjadi penyedia layanan teknologi yang berpusat pada kecerdasan komputasi.

China Mobile mengintegrasikan ekosistem AI dari hulu ke hilir dengan menggandeng sejumlah mitra global. Tujuannya adalah memastikan bahwa implementasi teknologi kecerdasan buatan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa meninggalkan celah layanan.

Berkat upaya integrasi ekosistem ini, kontribusi AI terhadap total pendapatan China Mobile menunjukkan peningkatan signifikan. Angka tersebut naik dari 8% pada tahun 2024 menjadi 9% pada tahun 2025, yang setara dengan nilai sekitar US$13,69 miliar.

Chairman Mobile Communications Group, Chen Zhongyue, menekankan pentingnya nilai inklusivitas dalam pengembangan inovasi teknologi masa depan. Menurutnya, teknologi mutakhir harus dirancang agar dapat menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya terisolasi dari akses digital komersial.

"Kecerdasan buatan seharusnya tidak hanya melayani segelintir elit, juga tidak hanya melayani masyarakat umum. Seharusnya juga memperhatikan setiap kehidupan," ujar Chen Zhongyue saat berbicara di ajang MWC Shanghai 2026 pada hari Selasa (24/6/2026).

Sebagai bukti nyata komitmen inklusif tersebut, China Mobile memamerkan model AI khusus yang dirancang untuk memberikan kemandirian bagi penyandang disabilitas wicara dan rungu di Tiongkok. Platform pintar ini memproses penguraian semantik, penalaran cloud, serta generasi cerdas dalam hitungan milidetik.

Inovasi ini secara spesifik dirancang untuk merespons kebutuhan lebih dari 80 juta warga disabilitas di Tiongkok, sejalan dengan populasi difabel global yang mencapai 1 miliar jiwa. Hal ini memungkinkan pengguna berkomunikasi secara mandiri melalui jaringan telekomunikasi mereka.