HOTNEWS.ID - Persaingan di pasar kendaraan listrik hibrida plug-in atau PHEV di Indonesia semakin memanas belakangan ini. Agresivitas pabrikan otomotif asal Tiongkok menjadi pendorong utama dalam memperluas portofolio produk elektrifikasi mereka di pasar domestik.

BYD, Chery, dan DFSK kini berlomba memanfaatkan peluang pertumbuhan pasar yang dipicu oleh meningkatnya kebutuhan konsumen akan kendaraan yang lebih hemat energi. Fenomena ini terjadi seiring dengan perubahan signifikan pada harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di Tanah Air.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiarto, melihat bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi mengubah preferensi konsumen secara substansial. Pergeseran ini diperkirakan akan mengarah pada adopsi kendaraan yang lebih efisien, termasuk mobil elektrifikasi.

"Mudah-mudahan penjualan mobil tidak menurun. Mungkin akan terjadi pergeseran ke arah mobil elektrifikasi," ujar Jongkie kepada Bisnis, dikutip Rabu (17/6/2026).

Kenaikan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, serta Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter efektif sejak 10 Juni 2026, menjadi latar belakang utama perubahan perilaku konsumen ini.

Teknologi PHEV dinilai sangat menarik karena menawarkan efisiensi bahan bakar yang tinggi melalui perpaduan motor listrik dan mesin konvensional. Berbeda dengan mobil hybrid biasa, PHEV memiliki baterai yang lebih besar dan dapat diisi ulang dari sumber listrik eksternal, memungkinkan jarak tempuh lebih jauh dalam mode listrik murni.

Minat pasar terhadap segmen PHEV tercermin dalam data Gaikindo, yang menunjukkan penjualan wholesales mencapai 2.601 unit sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka ini mengalami lonjakan signifikan sebesar 416% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Saat ini, pasar domestik sudah diramaikan oleh berbagai model PHEV dari Tiongkok, termasuk Chery Tiggo 8 CSH, Geely Starray, Wuling Eksion, dan BYD M6 DM, yang membuat persaingan di segmen elektrifikasi semakin ketat.

Kompetisi diperkirakan akan semakin ramai dengan rencana peluncuran DFSK E5 Plus oleh PT Sokonindo Automobile dalam waktu dekat. Model sport utility vehicle (SUV) ini diharapkan menjadi amunisi baru DFSK untuk menggarap pasar PHEV nasional yang terus bertumbuh.