HOTNEWS.ID - Sebuah peristiwa guncangan signifikan terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa siang yang memicu reaksi kepanikan di kalangan penduduk setempat. Kekuatan gempa yang tercatat mencapai magnitudo (M) 6,7 menjadi pemicu utama warga segera keluar dari bangunan tempat mereka berada.
Peristiwa alam ini terjadi tepat pada hari Selasa, tanggal 16 Juni 2026, sekitar pukul 11.40 Wita. Waktu terjadinya gempa pada siang hari membuat banyak aktivitas warga terhenti mendadak akibat getaran kuat yang dirasakan.
Kepanikan terlihat jelas di beberapa titik permukiman padat penduduk, termasuk di kawasan Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Warga terlihat berbondong-bondong menuju area terbuka.
Mereka yang keluar rumah kemudian berkumpul di pinggir jalan utama yang dianggap lebih aman dari risiko keruntuhan bangunan. Situasi ini menunjukkan respons cepat masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa.
Salah satu warga yang terdampak langsung oleh guncangan tersebut adalah Sulistio Anggriawan. Ia tengah berada di rumahnya saat getaran hebat itu mulai dirasakan.
Akibat trauma atau kehati-hatian pasca gempa, Sulistio Anggriawan menyatakan bahwa ia belum berani kembali masuk ke dalam kediamannya. Hal ini menunjukkan dampak psikologis yang ditimbulkan oleh gempa berkekuatan besar tersebut.
Sulistio Anggriawan kemudian menceritakan kondisinya saat gempa terjadi, "Saya sedang duduk santai saat gempa mengguncang Palu," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa mendadaknya peristiwa tersebut.
Dikutip dari detikcom, fenomena gempa M 6,7 di Palu ini menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat mengenai mitigasi bencana di wilayah rawan gempa tersebut.