HOTNEWS.ID - Sebuah peristiwa geologis tercatat terjadi di wilayah Sulawesi Tengah pada Jumat dini hari, yang berhasil dideteksi oleh otoritas pemantau cuaca dan gempa nasional. Kejadian ini melibatkan guncangan dengan skala kekuatan yang relatif ringan di wilayah Kabupaten Sigi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi lembaga yang mengonfirmasi dan merilis data mengenai gempa bumi yang mengguncang kawasan tersebut. Informasi resmi ini disampaikan untuk memberikan pemahaman yang akurat kepada publik mengenai aktivitas seismik yang terjadi.
Menurut data yang dihimpun, kekuatan gempa bumi yang melanda Sigi tersebut tercatat sebesar magnitudo 3,4 pada skala pengukuran Richter. BMKG juga mengklasifikasikan bahwa episentrum atau pusat gempa berada di wilayah daratan, bukan di laut.
Peristiwa getaran ini terjadi pada hari Jumat, tanggal 19 Juni tahun 2026, pada waktu dini hari. Secara spesifik, waktu kejadian gempa dicatat terjadi sekitar pukul 01.54 WIB, menandakan aktivitas tektonik yang terjadi saat mayoritas warga tengah beristirahat.
Analisis lokasi menunjukkan bahwa gempa tersebut berpusat pada koordinat geografis yang spesifik, yaitu pada posisi 1,13 derajat lintang selatan dan 120,23 derajat bujur timur. Koordinat ini sangat penting untuk pemetaan zona rawan gempa di Indonesia.
BMKG memberikan keterangan mengenai posisi pasti pusat gempa relatif terhadap pusat administrasi Kabupaten Sigi. Keterangan ini memperjelas sebaran dampak yang mungkin dirasakan oleh masyarakat setempat.
"48 kilometer timur laut Sigi, Sulteng," kata BMKG.
Dilansir dari sumber resmi BMKG, keterangan tersebut mengindikasikan bahwa titik episentrum terletak cukup dekat dari wilayah Sigi, meski berada di area timur laut kabupaten tersebut. Informasi ini membantu dalam penilaian potensi kerusakan.
Informasi mengenai detail teknis gempa ini sangat krusial bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk melakukan langkah mitigasi lanjutan. Meskipun berkekuatan sedang, kewaspadaan tetap diutamakan.