HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia berhasil mencatatkan kinerja impresif dengan penguatan mencapai 12% sepanjang bulan berjalan hingga Selasa, 21 Juli 2026.

Performa positif ini menempatkan pasar modal Indonesia di posisi unggul di kawasan Asia, mengukir perbedaan signifikan.

Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi bursa saham di negara-negara Asia lainnya yang justru mengalami tren pelemahan.

Indeks saham Korea Selatan tercatat mengalami koreksi cukup dalam, anjlok 20% dalam periode yang sama.

Kondisi serupa juga terjadi di Taiwan, yang indeks sahamnya melemah 4%, serta Jepang yang tercatat turun 5%.

Tren pelemahan ini turut merambah pasar global, bahkan indeks S&P 500 Information Technology di Amerika Serikat juga mengalami penurunan sebesar 4% (Month-to-Date).

Fenomena ini mengindikasikan adanya pergeseran fokus para investor di pasar modal.

Investor tampaknya mulai mengalihkan perhatian mereka dari saham-saham yang terafiliasi dengan sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Pergeseran ini menjadi catatan penting bagi para pelaku pasar dalam merumuskan strategi investasi ke depan.