HOTNEWS.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang sangat kuat sepanjang minggu perdagangan 8 hingga 12 Juni 2026. Pencapaian signifikan ini ditandai dengan kenaikan persentase sebesar 7,38%, yang berhasil membawa indeks kembali menembus level psikologis 6.000.

Penguatan dramatis IHSG ini tidak terjadi secara merata, melainkan sangat ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar yang berperan sebagai motor penggerak utama. Beberapa emiten unggulan yang memimpin kenaikan tersebut antara lain PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA).

Menurut data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBCA memegang peranan paling krusial sebagai penopang utama laju indeks komposit pekan lalu. Saham perbankan swasta terbesar ini berhasil melonjak 16,75% dalam sepekan, menyumbang kontribusi sebesar 79,63 poin terhadap total penguatan IHSG.

Kapitalisasi pasar free float (MCFF) emiten BBCA tercatat mencapai angka fantastis, yakni Rp274,6 triliun, menunjukkan kepercayaan pasar yang besar terhadap fundamental perusahaan tersebut. Posisi kedua dalam daftar penopang utama ditempati oleh saham BMRI yang juga menunjukkan kinerja solid.

Saham BMRI tercatat menguat sebesar 9,38% secara mingguan, memberikan kontribusi signifikan sebesar 28,17 poin bagi pergerakan positif IHSG. Setelahnya, PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) turut menjadi motor penguatan dengan kenaikan impresif 17,5% dan menyumbang 24,26 poin.

Beberapa saham lain yang juga masuk dalam jajaran top leaders antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN). DSSA melesat hingga 35,25%, sementara BREN mencatatkan kenaikan 13,65% dalam periode yang sama.

Dua raksasa perbankan BUMN ikut mewarnai penguatan indeks, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI). BBRI menguat 4,01% dan menyumbang 17,25 poin, sementara BBNI naik 10,9% dengan kontribusi 11,33 poin.

Emiten petrokimia, TPIA, juga menunjukkan performa luar biasa dengan lonjakan harga saham mencapai 41,76%, menyumbang 11,27 poin terhadap IHSG, menempatkannya di jajaran top leaders. Selain itu, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT Ekamas Fortuna Tbk. (MORA) juga berkontribusi positif.

Tutupnya perdagangan pada 12 Juni 2026 mengukuhkan posisi IHSG di level 6.007,656, naik dari posisi penutup pekan sebelumnya di 5.594,765. Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi penutupan ini.