HOTNEWS.ID - Piala Dunia 2026 akan segera bergulir, ditandai dengan perluasan format menjadi 48 tim yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ekspansi ini merupakan perkembangan terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah kompetisi sepak bola paling bergengsi tersebut.
Kompetisi empat tahunan ini, berdasarkan data resmi FIFA, kini telah memasuki penyelenggaraan edisi ke-23 sejak pertama kali diadakan pada tahun 1930 di Uruguay. Sejak awal mula tersebut, Piala Dunia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan baik dari segi jumlah partisipan maupun jangkauan pengaruhnya secara global.
Perbedaan mencolok terlihat dari jumlah peserta, di mana edisi perdana hanya melibatkan 13 tim saja. Jumlah tersebut meningkat drastis menjadi 48 tim untuk gelaran tahun 2026, menandakan adanya ekspansi yang masif dalam cakupan turnamen.
Hingga gelaran terakhir pada tahun 2022, Brasil masih kokoh memegang status sebagai negara dengan koleksi trofi juara terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Tim nasional berjuluk Selecao ini tercatat sebagai satu-satunya negara yang selalu berpartisipasi di setiap edisi Piala Dunia.
Brasil telah mengoleksi total lima gelar juara dunia, yang diraih pada tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan yang terbaru pada 2002. Dominasi historis ini menjadikan Brasil sebagai tolok ukur utama dalam peta kekuatan sepak bola dunia hingga saat ini.
Jerman berada di posisi kedua dengan koleksi empat gelar juara dunia, yang mereka amankan pada tahun 1954, 1974, 1990, dan 2014. Konsistensi yang ditunjukkan oleh Der Panzer menjadikan mereka kekuatan yang tak terpisahkan dari sejarah turnamen ini.
Italia juga tercatat memiliki empat trofi juara dunia, diraih pada edisi 1934, 1938, 1982, dan 2006. Meskipun sempat absen dalam beberapa edisi terakhir, sejarah kuat Italia di Piala Dunia tetap tidak bisa diabaikan.
Argentina berhasil mengamankan tiga gelar Piala Dunia, yaitu pada 1978 saat menjadi tuan rumah, 1986 di era keemasan Diego Maradona, dan yang terbaru pada 2022 setelah mengalahkan Prancis melalui drama adu penalti.
Uruguay tercatat sebagai pelopor kejayaan awal dengan meraih gelar juara pada edisi perdana tahun 1930, dan kembali menjadi yang terbaik pada tahun 1950. Meskipun kini kurang dominan, warisan mereka sebagai juara perdana tetap abadi.